Dinas Ketahanan Pangan Mimika Alihkan Sasaran PMT ke Balita dan Ibu Hamil, Gagas Inovasi Teras Pangan Lokal
Pada
26 Jan, 2026
Timika, Papua Tengah — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Koga, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pihaknya tetap melanjutkan seluruh program strategis yang telah berjalan karena dinilai langsung menyentuh masyarakat dan tidak memerlukan perbaikan mendasar. Hal tersebut disampaikannya pada Senin, 26 Januari 2026, di Timika, Papua Tengah.
Yulius Koga menjelaskan, dari seluruh program yang ada, hanya dilakukan satu perubahan utama, yakni perubahan sasaran penerima manfaat. Perubahan tersebut terdapat pada program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Selama dua tahun terakhir, pemberian makanan tambahan kami fokuskan ke sekolah-sekolah. Namun mulai tahun 2026 ini, sasarannya kami alihkan ke balita dan ibu hamil di kampung-kampung,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan ini dilakukan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah menjangkau sekolah-sekolah, sehingga Dinas Ketahanan Pangan menilai lebih tepat jika PMT difokuskan pada kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil, khususnya di wilayah kampung.
Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan Mimika juga melakukan perubahan sasaran pada program pelatihan pengolahan pangan lokal. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan tersebut berupa pelatihan, maka mulai tahun ini dikembangkan menjadi Teras Pangan Lokal.
“Teras pangan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi kami menyediakan makanan siap saji yang bahan bakunya dari pangan lokal, tanpa beras dan tepung,” ungkap Yulius.
Ia menyebutkan, bahan pangan lokal yang akan disediakan antara lain petatas, keladi, sagu, hingga kopi lokal. Program ini direncanakan menjadi salah satu inovasi unggulan Dinas Ketahanan Pangan Mimika tahun 2026.
Terkait lokasi Teras Pangan Lokal, Yulius Koga menjelaskan bahwa pihaknya sempat merencanakan lokasi di depan kawasan MNM, namun masih terkendala persoalan klaim kepemilikan lahan. Sebagai alternatif, lokasi kedua telah disiapkan di depan Perumahan Pemda.
“Di lokasi itu nantinya semua tersedia. Wartawan atau masyarakat yang ingin melihat langsung pangan lokal bisa datang ke situ. Tapi kalau mau cari beras dan tepung, itu di luar. Kalau pangan lokal, semua kami siapkan di sana,” ujarnya.
Sementara itu, terkait program pasar murah, Yulius menegaskan bahwa kegiatan tersebut tetap berjalan secara rutin. Meski DPA belum dibagikan, pihaknya menargetkan pasar murah sudah bisa dimulai pada Februari 2026.
“Rencana kami dua kali dalam sebulan, tapi sering kali bisa lebih. Tahun lalu rencana 24 kali, realisasinya malah puluhan kali karena ada penambahan anggaran,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Dinas Ketahanan Pangan Mimika mendapatkan tambahan anggaran dari Dana Otonomi Khusus (Otsus), khususnya untuk pembelian hasil produksi masyarakat lokal, mama-mama Papua, program penanganan stunting, serta beberapa program binaan lainnya.
Selain program pangan, Yulius Koga juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 akan dimulai pembangunan kantor baru Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika. Lokasi pembangunan berada di area yang telah dipagar dan ditimbun, bersebelahan dengan kantor lama.
“Nantinya itu akan menjadi gedung utama, sedangkan kantor lama akan difungsikan sebagai gudang dan tempat pelatihan. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa masuk proses lelang,” pungkasnya.
Dengan berbagai program dan inovasi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika optimistis dapat terus memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan di wilayah kampung.





















