Harmoni Dalam Keberagaman: Forjamas Resmi Hadir Di Mimika, Sinergi Budaya Dan Pemberdayaan Ekonomi
Pada
27 Jan, 2026
TIMIKA, papuamctv.com - Gedung Eme Neme Yaware menjadi saksi sejarah dimulainya langkah baru bagi Forum Jawa Madura dan Sunda atau Forjamas Kabupaten Mimika. Pada Selasa, 27 Januari 2026, organisasi ini secara resmi mengukuhkan kepengurusannya untuk masa bakti 2026-2030 dalam sebuah perhelatan yang memadukan khidmatnya pelantikan dengan kemeriahan festival budaya serta kuliner.
Dalam laporan pelaksanaannya, Ketua Panitia, Tuty S. Kaliky, S.E., memaparkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus melestarikan nilai luhur budaya Jawa, Madura, dan Sunda di tanah Mimika. Selain menampilkan lima atraksi seni yang memukau, panitia juga menghadirkan sisi pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan belasan pelaku UMKM lokal.
Dukungan nyata terhadap ekonomi kerakyatan tersebut diwujudkan melalui pembagian sekitar 1.200 porsi kuliner khas daerah secara gratis kepada masyarakat yang hadir. Berbagai sajian populer seperti Soto Lamongan, Sate Madura, Rawon Surabaya, hingga Siomay Bandung dan berbagai minuman kekinian menjadi simbol keramahan dan keterbukaan forum ini kepada seluruh elemen masyarakat.
Eksistensi Forjamas sendiri memiliki latar belakang yang cukup organik. Ketua Forjamas terpilih, H. Bahroni, menjelaskan bahwa forum ini lahir dari sekadar diskusi santai para tokoh masyarakat yang peduli terhadap dinamika sosial, ekonomi, hingga politik di Mimika. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah wadah formal yang inklusif dan konstruktif.
Dari sisi legalitas, organisasi ini telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui akta pendirian notaris pada Oktober 2025 serta telah mengantongi pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Selain itu, pendaftaran resmi di Kesbangpol Kabupaten Mimika pada awal tahun 2026 semakin mempertegas posisi Forjamas sebagai organisasi masyarakat yang sah dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Kehadiran Forjamas di tengah keberagaman Mimika tidak dimaksudkan untuk menjadi pesaing bagi organisasi atau kerukunan lain yang sudah ada. Sebaliknya, forum ini memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan suku. Ke depan, Forjamas berencana memperkuat strukturnya hingga ke tingkat distrik dan kelurahan untuk memastikan visi keadilan serta kesejahteraan sosial dapat dirasakan secara merata.
Pihak Pemerintah Kabupaten Mimika pun menyambut hangat kehadiran forum ini. Mewakili pemerintah daerah, Penjabat Sekretaris Daerah, Abraham Kateyau, memberikan apresiasi atas terbentuknya Forjamas sebagai modal sosial yang berharga. Beliau menekankan bahwa amanah yang diemban para pengurus merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga nilai-nilai gotong royong dan toleransi. Pemerintah berharap Forjamas dapat terus menjadi ruang dialog yang solutif demi menjaga kondusivitas wilayah serta memperindah kehidupan bersama di Mimika yang merupakan rumah bagi semua etnis. (HK)




















