Menepis Simpang Siur Divestasi Saham PTFI: Bupati Mimika Tegaskan Peran PT MAS Sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah


TIMIKA, papuamctv.com – Belakangan ini, jagat media sosial dan grup WhatsApp di Mimika diramaikan oleh diskusi hangat mengenai peran PT Mimika Abadi Sejahtera (MAS). Isu yang berkembang menyebutkan bahwa perusahaan ini turut mengelola dana divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 7 persen.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob angkat bicara untuk meluruskan persepsi masyarakat. Ia menegaskan bahwa PT MAS sama sekali tidak memiliki sangkut paut dengan pengelolaan saham divestasi PTFI.

Bupati Rettob menjelaskan secara gamblang perbedaan mendasar antara kedua entitas tersebut agar tidak terjadi salah tafsir di tengah publik:
  1. PT Papua Divestasi Mandiri (PDM): Inilah BUMD yang dibentuk bersama oleh Pemprov Papua dan Pemkab Mimika khusus untuk mengelola 10% saham divestasi PTFI. Sesuai kesepakatan, pembagiannya adalah 3% milik Provinsi Papua dan 7% milik Kabupaten Mimika. PT PDM bertugas mengoordinasikan dividen dari Mind ID (holding tambang) untuk memastikan manfaat ekonomi kembali ke masyarakat Papua.
  2. PT Mimika Abadi Sejahtera (MAS): Merupakan BUMD yang 100% sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah binaan Bagian Perekonomian. Fokus utamanya bukan pada saham Freeport, melainkan sebagai mesin pencetak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai sektor usaha mandiri.

"PT MAS diproyeksikan menjadi holding company. Kita butuh tenaga profesional karena unit usahanya akan sangat luas, mulai dari pengelolaan aset daerah hingga sektor pariwisata," ujar Bupati Rettob.

"Saat ini PT. MAS dengan kepengurusan sementara sedang melakukan kerjasama dengan beberapa investor, salah satunya untuk pengelolaan TAILING secara komersisl dgn tahap penyusunan MoU dengan PTFI, yang kedua bekerjasama dengan Pertamina Untuk pembangunan pom bensin dipelabuhan dan pesisir. Kemudian untuk pengelolaan air bersih, selanjutnya pengelolaan aset Pemda seperti venue futsal, biliard, hanggar, pesawat terbang, kapal, transportasi darat. Atau pengelolaan rumah sewa yang dimiliki Pemda Mimika. Untuk itu dibutuhkan orang-orang profesional yang mengerti aturan dan punya kepekaan terhadap bisnis" ujarnya.

Perjalanan PT MAS tidak selalu mulus. Sejak berdiri tahun 2015, perusahaan ini sempat dibekukan sementara setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada Juli 2025.

Langkah drastis ini diambil setelah adanya temuan dari Inspektorat dan BPK terkait masalah perizinan, manajerial, hingga laporan keuangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Enggan membiarkan aset daerah terbengkalai, Pemkab Mimika menggandeng Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk melakukan evaluasi teknis dan pendampingan.

Hasilnya, PT MAS kini beroperasi kembali dengan pengurus sementara (3 orang direksi) yang terdiri dari kombinasi figur senior yang paham sejarah perusahaan dan tenaga profesional yang ahli dalam strategi bisnis.

Saat ini, PT MAS tengah menyusun langkah strategis dengan menggandeng berbagai investor besar. Beberapa proyek mercusuar yang sedang disiapkan antara lain:
  1. Pengelolaan Tailing: Kerjasama komersial dengan PTFI yang saat ini dalam tahap penyusunan MoU.
  2. Energi: Kolaborasi dengan Pertamina untuk pembangunan SPBU di wilayah pelabuhan dan pesisir.
  3. Infrastruktur & Layanan: Pengelolaan air bersih dan optimalisasi aset Pemda (hanggar, pesawat terbang, kapal, hingga gedung olahraga seperti venue futsal dan biliard).
  4. Properti: Manajemen rumah sewa milik Pemda Mimika.

Bupati Rettob menekankan bahwa pemerintah tidak bisa secara bebas berbisnis, sehingga keberadaan BUMD yang sehat sangatlah krusial untuk mendanai pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

Pengurus sementara diberikan mandat selama 6 bulan untuk menata organisasi, menyelesaikan perizinan, hingga menyiapkan seleksi pengurus definitif melalui fit and proper test.

"Kita butuh orang-orang yang mengerti aturan dan punya kepekaan bisnis tinggi. Tujuannya satu: menyelamatkan perusahaan dan memberikan manfaat nyata bagi Mimika," pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, saat ini Pemerintah Kabupaten Mimika memiliki kepemilikan saham di tiga pilar utama: Bank Papua, PT Papua Divestasi Mandiri, dan PT Mimika Abadi Sejahtera.

Postingan Terbaru