Berdayakan Ekonomi Mama-Mama Papua, DP3AP2KB Mimika Salurkan Bantuan Kontainer Jualan

 


TIMIKA, papuamctv.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus berkomitmen memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan kaum perempuan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyaluran bantuan kontainer jualan bagi kelompok pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP).


Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Mimika, Johana Arwan, S.Pd, menjelaskan bahwa program yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) ini dirancang khusus untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sektor ekonomi.


Berbeda dengan anggapan umum, bantuan kontainer ini tidak hanya ditujukan bagi penjual pinang. Johana menegaskan bahwa fasilitas ini dapat digunakan untuk berbagai jenis usaha kreatif lainnya.


"Kami tidak membatasi jenis usahanya. Bisa untuk jual noken, pulsa, minuman, hingga makanan ringan. Intinya, apa pun usaha yang dilakukan mama-mama kita, kami dukung agar tempat jualan mereka lebih layak dan representatif," ujar Johana saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.


Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, DP3AP2KB berkoordinasi ketat dengan Dinas Koperasi agar tidak terjadi tumpang tindih penerima. Bantuan ini diberikan secara berkelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari 4 hingga 5 orang anggota.


Menariknya, Johana Arwan sering turun langsung ke lapangan untuk memantau penggunaan kontainer tersebut tanpa memberi tahu status jabatannya. Hal ini dilakukan untuk melihat realitas usaha mama-mama Papua secara alami.


"Saya sengaja tidak mau mereka tahu saya Kepala Dinas dulu. Saya datang beli, lihat cara mereka jualan. Saya ingin memastikan bahwa mereka benar-benar punya kesadaran untuk berusaha, bukan sekadar jualan karena ada pejabat yang mau datang," ungkapnya sambil tersenyum.


Ke depan, DP3AP2KB tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga berencana melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan. Fokus utama selanjutnya adalah pendampingan manajemen usaha.


Johana menyadari tantangan klasik UMKM adalah pengelolaan keuangan yang sering bercampur dengan kebutuhan rumah tangga. "Kami ingin melatih mereka bagaimana mengelola modal, termasuk bagaimana cara melayani pembeli dengan ramah, rapi, dan menjaga kualitas barang dagangan seperti pinang yang bagus agar pelanggan terus datang," tambahnya.


Selain itu, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan lembaga perbankan seperti Bank Papua dan BRI untuk memberikan kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi mama-mama tersebut.


Meski saat ini fokus distribusi masih di area kota dan arah bandara, Johana memiliki impian besar untuk menjangkau wilayah pesisir dan pedalaman. Ia tengah memikirkan inovasi model kios yang cocok untuk karakteristik wilayah gunung.


"Perempuan Papua adalah tiang ekonomi keluarga. Kita sering lihat di pinggir jalan, mama-mama yang paling dominan jualan. Kami ingin menciptakan ekosistem di mana ada kelompok yang menyediakan bahan baku, ada yang mengelola, dan ada yang memasarkan, sehingga tidak ada lagi hasil kebun yang terbuang sia-sia," tutup Johana optimistis. (HK)

 

Postingan Terbaru