Sinergi dari Timur Indonesia: BPJS Kesehatan dan Pemkab Mimika Perkuat Fondasi JKN
Kunjungan ini bukan sekadar
agenda formal, melainkan langkah jemput bola untuk menyerap aspirasi pemerintah
daerah. Pujo menegaskan bahwa kolaborasi erat adalah kunci utama agar akses
kesehatan tidak lagi terhambat oleh jeratan biaya.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk menyerap aspirasi pemerintah daerah agar penyelenggaraan Program JKN di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, dapat semakin membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat tanpa harus khawatir biaya,” ujar Pujo.
Gayung bersambut, komitmen BPJS
Kesehatan mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Bupati
Mimika, Johannes Rettob, menyatakan bahwa kesehatan warga adalah
prioritas yang tidak bisa ditawar. Hal ini dibuktikan dengan target ambisius: 100%
penduduk Mimika wajib menjadi peserta aktif JKN.
Target ini bahkan telah dikunci
sebagai salah satu indikator kinerja utama dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika 2025–2029.
“Secara konsisten kami menargetkan 100 persen penduduk menjadi peserta aktif JKN. Target ini juga menjadi salah satu indikator kinerja utama pembangunan bidang kesehatan dalam RPJMD Kabupaten Mimika 2025–2029,” ujar Johannes.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga
menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses
layanan kesehatan, termasuk bagi peserta yang mengalami penonaktifan
kepesertaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan dukungan anggaran
daerah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan masyarakat yang membutuhkan.
“Pemerintah daerah telah menyusun strategi untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat. Selain itu, kami juga menyiapkan regulasi dan rencana aksi daerah sebagai pedoman pelaksanaan JKN agar masyarakat Mimika tetap terlindungi ke dalam Program JKN," tegas Johannes.
Tak hanya membahas administrasi,
Pujo juga meninjau langsung kesiapan fasilitas kesehatan di RS TNI AD Tk. IV
Oro Doro Enakoa Timika. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan JKN bukan hanya
soal jumlah peserta, tapi juga tentang kualitas layanan di lapangan.
Beberapa poin penting yang
menjadi fokus penguatan di Mimika antara lain:
- Ketersediaan Tenaga Medis: Memastikan dokter
dan perawat selalu siap melayani.
- Sarana & Prasarana: Peningkatan
fasilitas di FKTP (Puskesmas/Klinik) maupun Rumah Sakit.
- Reaktivasi Peserta PBI: Pendataan aktif bagi masyarakat kurang mampu agar kepesertaan mereka tetap aktif dan terlindungi.
Sinergi ini diharapkan menjadi
cetak biru bagi wilayah lain di Papua. Dengan adanya regulasi dan rencana aksi
daerah yang matang, Kabupaten Mimika kini melangkah pasti menuju cakupan
kesehatan semesta (Universal Health Coverage) yang berkualitas.
Melalui kolaborasi ini,
"Sehat untuk Semua" bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas
yang sedang dibangun dari jantung Kabupaten Mimika. (HK)




















