Koperasi Merah Putih Resmi Hadir, Gregorius Okoare Imbau Masyarakat Maksimalkan Koperasi yang Diresmikan Pemerintah
ATUKA, papuamctv.com –
Peresmian koperasi di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, menjadi tonggak
sejarah baru bagi masyarakat Suku Kamoro. Kehadiran Menteri, Wakil Gubernur,
Bupati dan Wakil Bupati hingga jajaran pimpinan daerah Kabupaten Mimika dalam
seremoni tersebut disambut hangat sebagai simbol harapan bagi peningkatan
ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir.
Ketua Lembaga Musyawarah Adat
Suku Kamoro (Lemasko), Gregorius Okoare, menyatakan bahwa kehadiran
koperasi ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan instrumen vital
untuk mengelola kekayaan alam Mimika yang melimpah.
Dalam keterangannya, Gregorius
menekankan bahwa esensi dari koperasi adalah kesejahteraan masyarakat melalui
pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang mandiri. Ia berharap koperasi ini
menjadi wadah bagi hasil tangkapan perikanan dan produk seni ukir khas Kamoro.
" Kooperasi
itu banyak Supaya ada sumber-sumber daya alam ya, sumber daya alam yang ada di
setiap kampung itu bisa lewat kooperasi dan bisa dikelola baik dan itu menjadi
kepuasan untuk masyarakat itu harapan kami jadi tidak hanya hari ini tapi untuk
selamanya.," ujar Gregorius.
Ia juga menyampaikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat atas kesediaan rombongan kementerian
menempuh perjalanan jauh demi menjangkau masyarakat di pelosok Papua.
Meski menyambut baik peresmian di
Mimika Tengah, Gregorius memberikan catatan kritis terkait jangkauan program.
Ia meminta pemerintah tidak berhenti di satu titik saja, melainkan memperluas
kehadiran koperasi ke wilayah Mimika Timur dan Mimika Barat.
" kooperasi
ini tidak hanya berakhir di hari ini tapi itu kooperasi yang diresmikan oleh
Bapak Menteri itu untuk hasil-hasil potensi-potensi yang ada di Mimika itu
kekayaan alam itu bisa dimanfaatkan dan dikelola secara baik, secara maksimal
tidak harus kayak di Mimika, tapi hasilnya itu ditampung dan kemudian bisa ada
pembeli-pembeli juga kami minta supaya bisa datang beli langsung ke masyarakat
itu harapan," tambahnya.
Lebih lanjut, tokoh adat Kamoro
ini menitipkan pesan kuat bagi Pemerintah Pusat dan Daerah. Ia menyoroti
ketimpangan pembangunan yang selama ini dinilai lebih condong ke wilayah
Kota Timika. Gregorius menegaskan bahwa masyarakat pesisir dan pegunungan, khususnya Suku Kamoro,
memiliki hak yang sama atas perhatian negara.
- Pemerataan Infrastruktur: Pembangunan dari
Presiden diharapkan tidak hanya terfokus pada wilayah Kota, tetapi
juga menyentuh aspek-aspek vital di pesisir dan pegunungan.
- Perhatian Khusus: Masyarakat wilayah Timur,
Tengah, Barat, hingga wilayah kota membutuhkan sentuhan pembangunan yang
nyata.
- Loyalitas NKRI: Gregorius menegaskan
komitmen Suku Kamoro terhadap kedaulatan negara, sehingga pemerataan
pembangunan menjadi bentuk keadilan bagi warga negara.
"Pembangunan tidak boleh
hanya memandang satu sisi di kota saja, tapi harus melihat ke pesisir dan pegunuingan.
Masyarakat Kamoro adalah bagian dari NKRI harga mati, maka kami butuh perhatian
khusus dari Bapak Presiden melalui para menterinya," tegasnya menutup
wawancara.













































