Menakar Afirmasi Ekonomi di Mimika: Fokus Diskop pada Pemberdayaan Tanpa Merugikan Masyarakat


TIMIKA, papuamctv.com – Peringatan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-72 di Mimika menjadi panggung diskusi krusial mengenai masa depan ekonomi kerakyatan. Mengusung tema "Menggerakkan Perubahan Kaum Marhaen" dengan sub-tema spesifik "Koperasi dan Inovasi dalam Memperjuangkan Hak Orang Asli Papua (OAP)", kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Kamis (16/04/2026) ini menghadirkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi, SH., MH.


Dalam diskusi publik tersebut, Samuel Yogi menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah daerah saat ini berdiri teguh pada dua pilar utama: pemberdayaan dan perlindungan.


Menanggapi dinamika implementasi Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 4 Tahun 2024, Samuel menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin bersikap kaku yang justru berpotensi merugikan masyarakat. Fokus utama Diskop adalah memastikan kehadiran negara dalam memberikan afirmasi kepada pelaku usaha lokal.


"Kami terus mendorong pemberdayaan dan perlindungan untuk OAP berdasarkan Perda 4/2024. Sambil berjalan, aturan ini terus dikaji agar implementasinya benar-benar efektif, menyentuh, dan efisien," ujar Samuel usai acara.


Ia menekankan pentingnya sinergi antar-OPD di rumpun ekonomi—mulai dari Dinas Pertanian, Perindustrian, hingga Perikanan—untuk bersatu memberikan pendampingan. Pendekatan persuasif dikedepankan guna menghindari konflik di lapangan. Meskipun memiliki koordinasi dengan Satpol PP, Samuel optimis langkah-langkah pendampingan internal dinas mampu menyelesaikan persoalan UMKM tanpa perlu tindakan represif.


Salah satu poin krusial yang disoroti Samuel adalah tantangan mindset atau pola pikir masyarakat. Berdasarkan data dinas, terdapat sekitar 400 koperasi di Mimika (termasuk 152 Koperasi Merah Putih), namun banyak di antaranya yang hanya aktif secara administrasi demi mendapatkan bantuan modal atau legalitas semata, tanpa keberlanjutan usaha yang kuat.


"Ke depan, metode kami akan diperketat. Kami ingin merubah mindset bahwa koperasi bukan hanya soal menunggu modal atau bantuan dari YPMAK dan lembaga lain. Kami mendorong Mama-mama Papua yang menjual pinang, noken, dan aksesori untuk berhimpun dalam satu wadah koperasi agar lebih terorganisir," tegasnya.


Samuel merincikan rencana strategis ke depan, di mana pedagang di pasar-pasar tradisional seperti Pasar SP2 dan Pasar Baru akan diarahkan untuk membentuk kelompok koperasi per wilayah. Hal ini bertujuan mempermudah kontrol dan penyaluran bantuan, baik dari sisi perizinan, permodalan, maupun pengembangan kapasitas.


Menjawab kritik mengenai operasional Smesco (Small and Medium Enterprises Cooperative), Samuel memastikan bahwa pusat layanan UMKM tersebut terus berkembang. Ia memproyeksikan dalam tiga bulan ke depan, ekspansi layanan Smesco akan lebih masif, termasuk kehadiran stan di lokasi strategis seperti bandara.


Sebagai langkah inovasi, Dinas Koperasi dan UMKM berencana menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian untuk program tabungan emas dan pengembangan simpan pinjam. Selain itu, Diskop akan meluncurkan sistem ID UMKM khusus.


"Kami akan keluarkan ID untuk pelaku UMKM. Ini untuk memudahkan pemetaan dan kontrol, mana yang di bawah binaan Koperasi, Perindustrian, atau YPMAK. Dengan data yang terintegrasi di aplikasi SiKredit, tidak ada lagi tumpang tindih kebijakan," tambah Samuel.


Menutup keterangannya, Samuel memberikan apresiasi kepada GMNI Mimika. Baginya, kritik dan masukan dari forum diskusi ini menjadi rekomendasi penting bagi pemerintah dalam menyusun langkah strategis demi melindungi dan memajukan kaum ekonomi lemah di Tanah Mimika. (HK)

 

Postingan Terbaru