Perkuat Kesejahteraan Keluarga, 18 Ketua TP PKK Distrik se-Kabupaten Mimika Resmi Dilantik
TIMIKA, papuamctv.com – Langkah strategis dalam
memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput resmi diambil oleh
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika.
Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Suzana S. Herawaty Rettob, secara resmi
melantik 18 Ketua TP-PKK tingkat Distrik se-Kabupaten Mimika di Gedung
Tongkonan, Senin (20/4/2026).
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini
dihadiri langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel
Kemong, Wakil Ketua TP-PKK Ny. Periana Kemong, jajaran pimpinan OPD,
serta organisasi wanita di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Suzana S. Herawaty Rettob
menekankan bahwa pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan Kepala
Distrik yang telah dilaksanakan pada 11 Maret 2026 lalu. Ia menegaskan
tantangan besar yang menanti para pengurus baru, terutama menyangkut isu-isu
krusial di wilayah distrik.
"Berdasarkan survei kami, kekerasan terhadap
perempuan dan anak masih menjadi permasalahan urgen yang sering kami temui di
distrik-distrik. Selain itu, pernikahan usia dini dan angka anak putus sekolah
juga menjadi perhatian khusus," tegas Suzana.
Suzana memaparkan strategi melalui 10 Program Pokok
PKK yang akan dijalankan oleh empat Kelompok Kerja (Pokja):
- Pokja 1
& 2: Fokus
pada pencegahan pernikahan dini, edukasi bahaya miras dan narkoba bagi
pelajar melalui kerja sama dengan BNN dan IDI, serta penguatan Wajib
Belajar 13 Tahun.
- Pokja
3:
Pemberdayaan lahan pekarangan dan ketahanan pangan. Tahun 2026, PKK
berfokus pada penanaman cabai dan sayur kelor sebagai program prioritas
Provinsi Papua Tengah, bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia dan Dinas
Pertanian.
- Pokja
4:
Percepatan penurunan angka stunting melalui pemberian makanan
tambahan berbasis bahan lokal dan penguatan kompetensi kader Posyandu.
"Saya berharap Ketua PKK Distrik segera membentuk
Dasawisma di kampung-kampung. Dasawisma adalah ujung tombak yang menyentuh
langsung level keluarga," tambahnya.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam arahannya
memberikan apresiasi tinggi terhadap peran PKK yang ia sebut sebagai
"organisasi terbesar" karena mampu masuk hingga ke lingkup terkecil,
yaitu keluarga.
"Pemerintah hanya sampai tingkat RT, tapi PKK
sampai ke keluarga. Kalian adalah garda terdepan dalam mewujudkan keluarga
berkualitas di aspek kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi," ujar Bupati.
Bupati juga memberikan instruksi tegas kepada para
Kepala Distrik agar memberikan dukungan konkret, baik secara operasional maupun
anggaran.
"Kepala Distrik, ajukan anggaran untuk membantu
PKK di distrik masing-masing. Manfaatkan Dana Desa untuk program PKK dan
Posyandu. Jangan hanya berharap dari PKK Kabupaten, distrik harus mulai
mandiri," instruksi Bupati.
Bupati Rettob juga mengingatkan pentingnya kolaborasi
lintas sektor. Beliau mencontohkan adanya wilayah yang memiliki 9 Sekolah Dasar
namun belum memiliki satu pun PAUD. Ia meminta PKK Distrik memetakan data
tersebut agar kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun dapat terlaksana maksimal.
![]() |
| Dok. Kegiatan Pelantikan 18 Ketua TP-PKK Distrik Se-Kabupaten Mimika, Senin (20/04/2026). Foto: HK |
Ada catatan menarik dalam sambutan Bupati, di mana ia
mengungkapkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, PKK di tingkat distrik sempat
mengalami "mati suri" karena tidak adanya pelantikan resmi.
"Tahun ini adalah momen kebangkitan. Saya minta
Ketua PKK Distrik untuk mendampingi suami atau istri di tempat tugas
masing-masing. Jangan kepala distriknya di kota terus, bagaimana PKK mau jalan
kalau pemimpinnya tidak ada di tempat?" tegasnya disambut riuh hadirin.
Selain pelantikan, acara ini juga menjadi momentum
perayaan HUT Kartini ke- 147 dan apresiasi bagi Dekranasda Mimika yang telah
berhasil memperkenalkan produk UMKM Mimika hingga ke tingkat nasional melalui
"Teras Mimika" di Jakarta.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk
menjadikan PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Mimika dari
tingkat kampung hingga kabupaten. (HK)




















































