RSUD Mimika Menuju Kelas B: Ketua IDI Soroti "Multiplier Effect" dan Urgensi Spesialis Jantung Intervensi
TIMIKA, papuamctv.com –
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mimika memberikan apresiasi sekaligus
catatan strategis terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Mimika dalam rencana memperluas
infrastruktur dan fasilitas kesehatan di RSUD Mimika. Pengembangan ini diyakini
tidak hanya meningkatkan status rumah sakit menjadi Kelas B, tetapi juga
memberikan dampak ekonomi yang luas (multiplier effect) bagi masyarakat
lokal.
Ketua IDI Cabang Mimika, dr.
Leonard Pardede, SpOG(K), dalam wawancara pada Jumat (10/04/2026),
mengungkapkan bahwa penambahan ruang rawat inap dan fasilitas medis adalah
solusi konkret atas kendala pelayanan yang selama ini terjadi, terutama di
Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dr. Leonard menyoroti fenomena
pasien yang harus menginap di IGD akibat keterbatasan ruang perawatan.
Menurutnya, sesuai aturan Kementerian Kesehatan, observasi di IGD idealnya
hanya memakan waktu 4–6 jam sebelum pasien diputuskan untuk pulang atau masuk
ruang rawat inap.
"Saat ini kita melihat antrean di IGD bisa lebih dari 6 jam, bahkan ada yang sampai menginap hanya untuk menunggu ruangan. Dengan rencana Bapak Bupati menambah kapasitas hingga lebih dari 200 tempat tidur, RSUD Mimika akan naik ke Kelas B. Ini kemajuan luar biasa," ujar dr. Leonard.
Meski memuji kecanggihan
fasilitas yang ada, dr. Leonard menekankan pentingnya penambahan dokter
spesialis yang spesifik sesuai kebutuhan daerah, terutama Spesialis Jantung
Intervensi.
Ia memaparkan bahwa tingginya
angka penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol di
Mimika meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah jantung. Saat ini, RSUD
Mimika baru memiliki fasilitas ekokardiografi (Eko) untuk pemeriksaan, namun
belum bisa melakukan tindakan intervensi seperti kateterisasi (pasang ring).
"Kita butuh tindakan, bukan
sekadar diagnosis. Saya berharap tahun depan atau akhir tahun ini fasilitas
seperti MRI, fluoroskopi, dan layanan jantung intervensi sudah tersedia agar
RSUD Mimika bisa menjadi pusat rujukan se-Papua," tambahnya.
Lebih jauh, dr. Leonard yang juga
merupakan seorang konsultan di bidang sosial kemasyarakatan ini melihat
pembangunan kesehatan dari sudut pandang helicopter view. Menurutnya,
RSUD yang besar akan menyerap tenaga kerja baru, mulai dari tenaga medis hingga
administrasi.
"Ekonomi di sekitar RSUD akan hidup. Rumah kos akan tumbuh, warung makan akan ramai. Inilah multiplier effect-nya. Jika masyarakatnya sehat, maka produktivitas kerja dan ekonomi daerah akan meningkat pesat, Sesuai prinsip, (mens sana in corpore sano) di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat," jelasnya.
Terkait pemenuhan tenaga dokter
spesialis, IDI Cabang Mimika menyatakan kesiapannya membantu pemerintah dalam
proses rekrutmen melalui jaringan Kementerian Kesehatan. Namun, dr. Leonard
memberikan catatan khusus mengenai keberlanjutan SDM.
Ia menyarankan agar pemerintah
daerah memberikan beasiswa spesialis kepada dokter-dokter yang telah lama
mengabdi dan memiliki akar di Mimika (Anak Mimika).
"Saya berharap orang Timika
yang disekolahkan. Mereka yang lahir, besar, dan memiliki aset di sini akan
melayani dengan sepenuh hati. Prinsipnya, di mana kamu berada, sejahterakanlah
kota itu, karena kesejahteraan kota adalah kesejahteraanmu," tegas dr.
Leonard.
Di sela-sela pembahasannya
mengenai teknis medis, dr. Leonard mengungkapkan komitmen pribadinya yang
sangat mendalam terhadap Bumi Amungsa. Sebagai ketua organisasi profesi, ia
menegaskan bahwa pengabdiannya di Mimika bukan sekadar tugas profesi, melainkan
panggilan hidup.
"Untuk hal Timika, saya sudah wakafkan hidup saya buat Timika. Jadi, apa pun itu, saya berusaha yang terbaik buat Kabupaten Mimika ini. Di sini saya hidup, di sini saya mencari, mungkin mati pun saya di sini, dikubur di sini," ucap dr. Leonard dengan nada emosional.
Menutup wawancaranya, dr. Leonard
menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran DPRD
Mimika atas atensi besar terhadap sektor kesehatan. Ia berharap sinergi antara
kebijakan pemerintah dan profesionalisme tenaga medis dapat terus menghadirkan
keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Mimika.



















































