Menemukan "Permata" di Balik Net: Bupati Cup I Jadi Kawah Candradimuka Atlet Tenis Meja Mimika


TIMIKA – Gelanggang Olahraga (GOR) Futsal SP 5, Mimika, berubah menjadi arena pembuktian bagi 138 pelajar se-Kabupaten Mimika. Bukan sekadar mengejar trofi, perhelatan Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup I yang diinisiasi oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Mimika ini, kini menjadi titik balik upaya regenerasi atlet tenis meja di tanah Papua Tengah.

Berlangsung sejak Minggu (24/5/2026) hingga Selasa (26/5/2026), turnamen ini menjadi instrumen strategis untuk memetakan bibit-bibit unggul yang selama ini tersebar di bangku sekolah tingkat SMP hingga SMA/SMK.

Membangun Karakter, Bukan Sekadar Skor

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Petrus Pali Amba, menekankan bahwa tenis meja adalah medium pembentuk karakter. Menurutnya, di balik setiap pukulan smash dan teknik bertahan, tersimpan nilai-nilai fundamental seperti disiplin, kejujuran, dan semangat pantang menyerah.

"Ini adalah langkah nyata membangun generasi muda yang sehat dan berprestasi. Menang atau kalah adalah dinamika, namun integritas, rasa hormat kepada lawan, dan sportifitas adalah nilai utama yang tidak boleh ditawar," ujar Petrus di sela-sela pembukaan turnamen.

Petrus optimis bahwa dari meja-meja pertandingan di GOR SP 5 ini, akan lahir atlet-atlet masa depan yang nantinya mampu membawa nama baik Mimika, baik di kancah provinsi, nasional, hingga level internasional.

Strategi "Menjemput Bola" PTMSI

Di sisi lain, Ketua PTMSI Mimika, Rusli Gunawan, memiliki agenda jangka panjang yang lebih agresif. Ia menegaskan bahwa turnamen ini adalah pintu masuk bagi PTMSI untuk melakukan rekrutmen atlet potensial yang nantinya akan dibina secara intensif.

"Kami tidak hanya mencari juara, kami mencari bakat. Siapapun yang menunjukkan potensi istimewa dalam turnamen ini, akan kami tarik untuk didik menjadi atlet profesional," tegas Rusli.

Guna memastikan ekosistem tenis meja tetap hidup di lingkungan sekolah, Gunawan melontarkan usulan strategis kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mimika. Ia mendorong pemerintah untuk melakukan intervensi fasilitas berupa pengadaan meja tenis dan peralatan pendukung di setiap sekolah.

"Harapan kami, Dispora dapat memfasilitasi pengadaan minimal satu meja tenis di tiap sekolah. Jika fasilitas tersedia di sekolah, minat pelajar akan tumbuh secara alami, dan bibit baru tidak akan pernah putus," tambah Gunawan.

Bupati Cup I bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa Mimika serius dalam mengolah potensi olahraga sejak usia dini. Kini, publik menanti siapa saja pelajar yang akan muncul sebagai "permata" baru di balik net tenis meja Mimika.

Postingan Terbaru