Tingkatkan Kapasitas Peternak Lokal, Pemkab Mimika Gelar Pelatihan Manajemen Kesehatan Ayam Potong
TIMIKA, papuamctv.com – Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Mimika, melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, resmi membuka
pelatihan "Manajemen Kesehatan Ayam Potong" di Hotel Swiss-Belinn
Timika, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang didanai melalui Sharing Dana Otonomi
Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 ini bertujuan untuk mendongkrak
produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan di sektor peternakan lokal.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Emma Kornelia Korwa,
mengungkapkan bahwa sektor peternakan ayam broiler (ayam potong) memiliki
prospek bisnis yang sangat menjanjikan di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten
Mimika. Saat ini, industri hilir peternakan di Mimika masih berada dalam tahap
pengembangan, sehingga peluang pasar bagi peternak lokal masih terbuka lebar.
Sebagai bentuk komitmen nyata,
Pemkab Mimika terus memberikan stimulan secara komprehensif kepada masyarakat.
Stimulan tersebut mencakup bantuan di sektor hulu, antara lain:
- Pembangunan infrastruktur kandang yang layak.
- Penyediaan bibit ayam berkualitas (Day Old Chick/DOC) khusus broiler.
- Penyaluran pakan ternak yang berkualitas.
Tidak hanya di sektor hulu,
pemerintah daerah juga telah menyiapkan infrastruktur di sektor hilir dengan
membangun Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang berlokasi di kawasan Pasar
Sentral.
"Kehadiran RPHU ini diharapkan dapat
menjadi solusi konkret bagi para peternak dalam memasarkan hasil panen mereka
secara lebih higienis dan terorganisir, di samping jalur penjualan langsung
yang sudah berjalan di pasar tradisional," ujar Emma.
Melalui sinergi ini, Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika mengimbau para peternak untuk
tetap optimis, menjaga semangat kerja, dan terus berkolaborasi dengan
pemerintah demi membangun ekosistem peternakan yang tangguh serta berkelanjutan.
Pelatihan yang berlangsung ini
diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Materi yang didapatkan
harus mampu menjadi panduan praktis untuk diimplementasikan langsung oleh para
peternak di kandang masing-masing. Dengan manajemen kesehatan yang baik, angka
kematian ternak diharapkan dapat ditekan secara signifikan, sehingga kualitas
daging yang dihasilkan peternak Mimika mampu memenuhi standar pasar yang
tinggi.(MR)



























