Dukung Pemkab Mimika, Pdt. Septinus Wanma Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Narkoba.



TIMIKA, papuamctv.com — Dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Mimika dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika, psikotropika, dan HIV/AIDS terus mengalir. Sosialisasi yang diinisiasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada Kamis (30/7/2026) di Hotel Grand Tembaga dinilai sebagai langkah krusial dalam membangun ketahanan moral dan fisik remaja di Mimika.

 

Ketua Klasis Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Mimika sekaligus Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Pdt. Septinus Wanma, S.Th., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pemerintah daerah tersebut. Menurutnya, pemda tidak bisa berjalan sendiri dalam menanggulangi persoalan sosial yang kian kompleks.

 

"Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Bagian Kesra Setda Mimika atas kepeduliannya terhadap masa depan anak-anak muda. Apa yang dilakukan pemerintah hari ini adalah bagian dari pelayanan yang juga sedang kita gumuli di gereja dan lembaga keagamaan lainnya," ujar Pdt. Septinus Wanma.

 

Pdt. Septinus menceritakan keprihatinannya terkait tingginya risiko penyebaran narkoba di lingkungan masyarakat bawah. Ia membagikan pengalaman langsung di wilayah tempat tinggalnya saat memergoki aktivitas remaja yang nyaris kehilangan nyawa akibat pengaruh zat terlarang tersebut.

 

Menurutnya, perubahan zaman dan pesatnya era digital menghadirkan tantangan ganda bagi tumbuh kembang anak—baik berdampak positif maupun negatif. Karena itu, benteng utama tetap berada pada pembentukan karakter di lingkungan keluarga serta pembinaan spiritual di lembaga keagamaan.

 

"Karakter anak harus dibentuk dari dalam keluarga, antara bapak dan ibu. Selain itu, persekutuan gereja, lembaga keagamaan muslim, serta elemen masyarakat lainnya harus berkolaborasi dengan pemerintah—baik Kesra, Dinas Sosial, maupun BNN—agar generasi kita tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan," tegasnya.

 

Ia juga mengutip pesan Alkitabiah, salah satunya dari kitab Efesus, agar anak-anak muda dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan bijak serta hidup dalam takut akan Tuhan agar terhindar dari pergaulan bebas dan zat adiktif.

 

Selain pendekatan spiritual dan edukasi bahaya laten HIV/AIDS serta narkoba, Pdt. Septinus menekankan pentingnya penyediaan wadah ekspresi bagi remaja. Pengalihan energi muda ke kegiatan positif dianggap sebagai strategi pencegahan yang sangat efektif.

 

"Anak-anak ini butuh ruang. Hobi-hobi positif seperti musik, olahraga, hingga seni menyanyi harus terus dikembangkan, baik di rumah, gereja, maupun organisasi kepemudaan. Langkah ini penting agar waktu luang mereka diisi dengan hal-hal yang membangun," tambahnya.

 

Kegiatan sosialisasi bahaya psikotropika dan HIV/AIDS bagi anak dan remaja yang melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai organisasi keagamaan ini selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Mimika dalam RPJMD 2025–2029, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, unggul, dan produktif demi masa depan Mimika yang lebih baik. (MR)

 


Postingan Terbaru