Hadiri HKG PKK ke-54 di Makassar, TP PKK Mimika Siap Selaraskan Program Asta Cita
MAKASSAR, papuamctv.com —
Keberhasilan visi Indonesia Emas 2045 dinilai sangat bergantung pada penguatan
keluarga sebagai fondasi terkecil negara. Menyadari krusialnya peran tersebut,
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mengambil langkah tegas dengan
mewajibkan seluruh pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus bagi
program-program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Hal tersebut ditegaskan oleh
Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., saat memberikan
sambutan pada Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026.
Acara berskala nasional ini berlangsung di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi
Selatan, Sabtu (11/7/2026).
Agenda tahunan yang digelar dari
tanggal 9 hingga 12 Juli 2026 ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Tim Penggerak
(TP) PKK dari seluruh penjuru Indonesia. Salah satu yang hadir langsung adalah
Ketua TP PKK Kabupaten Mimika, Ny. Susana S. Herawati Rettob, beserta
jajaran pengurusnya guna menyelaraskan program kerja daerah dengan visi pusat.
Tahun ini, HKG PKK mengusung tema
yang sarat akan target strategis: "Kuatkan 10 Program Pokok PKK,
Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045."
Dalam pidatonya yang lugas, Wamen
Dr. Ribka Haluk menyoroti masih minimnya kehadiran kepala daerah secara fisik
maupun komitmen anggaran terhadap program PKK. Ia mengingatkan bahwa melalui
Permendagri Nomor 900 Tahun 2026, pemerintah pusat telah memberikan arahan
jelas agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diprioritaskan untuk
mendukung PKK.
"PKK ini menyasar sampai ke
akar rumput, ke basis paling bawah di 70.000 desa di Indonesia. Tidak ada
organisasi lain yang seperti PKK—yang hidup, bertumbuh, dan melaksanakan amanat
negara langsung di tingkat keluarga," ujar Ribka di hadapan ribuan kader
PKK.
Kemendagri mengaku telah
mengantongi daftar daerah yang abai maupun yang berkontribusi tinggi. Ribka
menegaskan, alasan efisiensi anggaran tidak boleh memangkas dana operasional
PKK karena organisasi ini memegang urusan wajib yang menyangkut hajat hidup masyarakat,
seperti pendidikan dan kesehatan.
"Kami akan melakukan
evaluasi bersama Bapak Menteri. Kita akan memberikan reward
(penghargaan) dan punishment (sanksi) bagi daerah yang tidak menyiapkan
keuangan untuk PKK. Tolong para Ibu yang hadir di sini, bisikin kepada
bapak-bapak kepala daerahnya, komitmen APBD ini akan kami cek langsung,"
tegasnya memotivasi para istri kepala daerah yang hadir.
Implementasi nyata dari program
PKK tidak hanya menyasar tata laksana rumah tangga, tetapi langsung
mengintervensi sektor kesehatan nasional. Sebagai wujud konkret nota
kesepahaman yang dijalin sejak 2023, dalam acara ini dilakukan pemberian
penghargaan kepada 14 kabupaten/kota yang dinilai sukses berkolaborasi dengan
Kementerian Kesehatan.
Fokus utama kerja sama ini adalah
penanganan anak dengan status "Zero Dose" atau anak-anak yang
belum pernah menerima imunisasi sama sekali. Intervensi ini diprioritaskan pada
wilayah 3T (Terluar, Terpencil, dan Terpinggir) guna mendongkrak derajat
kesehatan anak Indonesia secara menyeluruh.
Kehadiran delegasi Kabupaten
Mimika yang dipimpin oleh Ny. Susana S. Herawati Rettob mengonfirmasi kesiapan
daerah di wilayah timur Indonesia untuk ikut mengawal kebijakan ini. Penguatan
10 Program Pokok PKK di tingkat lokal dipandang sebagai harga mati agar
target-target nasional—baik penuntasan stunting, literasi, hingga perbaikan
gizi keluarga—bisa terwujud demi menyambut Indonesia Emas 2045. (HK)

















