Menuju Birokrasi Berbasis Meritokrasi: Pemkab Mimika Rombak Formasi Pejabat dan Bersiap Terapkan Manajemen Talenta



TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika resmi melakukan penyegaran struktural guna memperkuat tata kelola pemerintahan dan mutu pelayanan publik. Bertempat di Pendopo SP 3 pada Jumat (10/7/2026), Bupati Mimika Johannes Rettob memimpin langsung prosesi pengukuhan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama serta sejumlah pejabat fungsional tertentu.

 

Prosesi yang berlangsung khidmat dan sarat rasa kebersamaan ini didasarkan pada Keputusan Bupati Mimika Nomor SK.800.1.3.3/277 tertanggal 7 Juli 2026.

 

Salah satu rotasi strategis dalam pelantikan ini adalah pengangkatan Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat Kabupaten Mimika yang baru. Dwi, yang sebelumnya menakhodai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), kini dipercaya mengawal fungsi pengawasan internal pemerintah.

 

Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob mengungkapkan bahwa seremoni pelantikan kali ini digelar secara sederhana. Hal itu tidak lepas dari panjangnya proses administrasi dan ketatnya tahapan regulasi yang harus dilalui dalam pengisian jabatan di era birokrasi modern.

 

Khusus untuk posisi Kepala Inspektorat, prosesnya harus melewati pemenuhan persyaratan jabatan yang rigid, lampu hijau dari Gubernur Papua Tengah, hingga persetujuan final dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

 

“Seharusnya ada dua pejabat yang dilantik hari ini. Namun, kami mendapat informasi dari Kemendagri agar pelantikan satu pejabat lainnya ditunda karena SK pemberhentiannya dari jabatan lama belum terbit,” urai Johannes berterus terang terkait dinamika penundaan tersebut.

 

Johannes menjelaskan lebih lanjut bahwa sistem manajemen kepegawaian saat ini menuntut integrasi penuh dengan sistem nasional. Akibat tata kelola yang tersentralisasi ini, setiap gerak mutasi maupun promosi jabatan memerlukan waktu verifikasi yang jauh lebih panjang dibanding periode-periode sebelumnya.

 

Selain melantik pejabat definitif, Bupati Mimika juga bergerak cepat mengisi kekosongan nakhoda di beberapa instansi krusial melalui penunjukan Pelaksana Tugas (Plt), antara lain:

  • Darius Sabon ditunjuk sebagai Plt. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika.
  • Florianus Gema Kwalik, SSTP., M.AP dipercaya menjabat Plt. Kepala Distrik Mimika Tengah, menggantikan pejabat sebelumnya yang telah memasuki masa purna tugas (pensiun).
  • Slamet Sutedjo ditugaskan mengisi posisi Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), menggantikan Dwi Cholifah, sembari menunggu rampungnya proses administrasi pengisian jabatan secara definitif.

 

Restrukturisasi ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab Mimika dalam menggenjot budaya inovasi di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Semangat ini sebelumnya juga digaungkan dalam pembukaan Mimika Innovation Week 2026, yang menegaskan bahwa inovasi harus bertransformasi menjadi identitas dan budaya kerja harian seluruh aparatur sipil negara (ASN).

 

Lebih jauh, Johannes membeberkan cetak biru (blueprint) reformasi birokrasi Mimika ke depan. Pemkab Mimika bersiap menerapkan manajemen talenta (talent management) sebagai fondasi utama dalam sistem pengembangan karier ASN.

 

Melalui pendekatan meritokrasi ini, pengisian pos jabatan di masa depan tidak lagi berdasarkan subjektivitas, melainkan murni mengedepankan:

  1. Kompetensi berkala
  2. Rekam jejak (track record) yang bersih
  3. Potensi riil ASN

 

Langkah berani ini diharapkan mampu memotong ego sektoral sekaligus memperkuat profesionalisme birokrasi di Mimika.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mengucapkan selamat kepada para pejabat yang menerima amanah jabatan baru. Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Johannes di akhir prosesi.

 

Postingan Terbaru