Minimalisir Risiko Administrasi, Dinkes Mimika Perkuat Kapasitas PPTK dalam Pengadaan Barang dan Jasa
TIMIKA, papuamctv.com –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengambil langkah strategis untuk
meningkatkan akuntabilitas dan transparansi tata kelola keuangan daerah. Upaya
ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan
Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang ditujukan bagi para Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan (PPTK) dan pengelola keuangan di lingkungan institusi tersebut.
Kegiatan yang dirancang secara
intensif selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juli 2026, ini diikuti oleh sekitar
50 peserta. Angka tersebut mencakup para PPTK, empat kepala bidang, kepala
seksi, serta jajaran pengelola keuangan Dinkes Mimika. Guna memastikan bobot
materi yang komprehensif, Dinkes Mimika menghadirkan narasumber ahli dari Dewan
Pengurus Pusat Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (DPP IAPI).
Sekretaris Dinas Kesehatan
Kabupaten Mimika, dr. Sisma HL, menegaskan bahwa Bimtek ini bukan sekadar
agenda rutin, melainkan sebuah kebutuhan krusial untuk memperkuat pemahaman
aparatur terhadap tugas dan tanggung jawab di setiap tahapan pelaksanaan
kegiatan pemerintah. Menurutnya, seorang PPTK memegang peran sentral yang tidak
hanya menuntut pengawasan di lapangan, tetapi juga penguasaan aspek manajerial
yang matang.
“Output yang ingin kita harapkan
adalah teman-teman PPTK ini memiliki pengetahuan tentang pengadaan barang jasa
seperti apa. Jadi bukan sekadar menjadi PPTK, tetapi mereka tahu apa yang harus
disiapkan, apa yang harus dimonitor, dan apa yang harus dievaluasi,” ujar Dr.
Sisma di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, dr. Sisma
mengingatkan bahwa keberhasilan suatu program pemerintah tidak lagi hanya
diukur dari hasil fisik di akhir proyek. Indikator keberhasilan yang mutlak
saat ini juga mencakup kepatuhan terhadap regulasi, ketertiban administrasi,
serta transparansi proses.
“Jangan hanya melihat pekerjaan
selesai, tetapi bagaimana proses di dalamnya. Dari sisi dokumentasi,
administrasi, dan pelaksanaannya harus jelas sehingga seluruh kegiatan dapat
dipertanggungjawabkan,” cetusnya secara lugas.
Langkah Dinkes Mimika menggelar
Bimtek bersama DPP IAPI ini juga menjadi respons proaktif terhadap dinamisnya
perubahan regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Perubahan aturan yang
kerap terjadi di tingkat pusat menuntut aparatur di daerah untuk terus
memperbarui kapasitas diri agar terhindar dari kesalahan prosedur yang
berpotensi memicu implikasi hukum.
Melalui pembekalan ini, Dr. Sisma
berharap ada pergeseran paradigma (shift paradigm) di jajaran PPTK Dinkes
Mimika dalam mengeksekusi program-program kesehatan masyarakat.
Profesionalisme, efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas harus menjadi
landasan utama.
“Kami berharap setelah kegiatan
ini teman-teman PPTK lebih memahami perannya, sehingga setiap program yang
dilaksanakan bukan hanya selesai secara pekerjaan, tetapi juga benar secara
proses dan aturan,” pungkas Dr. Sisma optimis.
Dengan kapasitas PPTK yang
mumpuni, serapan anggaran sektor kesehatan di Kabupaten Mimika diharapkan dapat
berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan bersih dari maladministrasi.

















