Paripurna DPRK Mimika: Bupati Tegaskan Kesiapan Tindak Lanjuti Seluruh Rekomendasi Fraksi
TIMIKA, papuamctv.com —
Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi
menyeluruh terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan anggaran.
Langkah ini diambil guna menindaklanjuti seluruh kritik, saran, dan masukan
konstruktif yang disampaikan oleh fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat
Kabupaten (DPRK) Mimika.
Komitmen tersebut ditegaskan
langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat menyampaikan Jawaban
Pemerintah Daerah dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang II DPRK Mimika pada
Rabu (29/7/2026). Dalam pidatonya, Bupati mengapresiasi rekomendasi DPRK terkait
pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan
APBD T.A. 2025 dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun
2025.
“Pemerintah daerah menerima
seluruh masukan untuk memperbaiki proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.
Rekomendasi ini menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas tata
kelola pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Johannes Rettob di hadapan para
anggota dewan.
Dalam pemaparannya, Bupati secara
terbuka mengakui bahwa realisasi belanja daerah T.A. 2025 yang berada di angka 82,14
persen masih belum optimal. Faktor utama yang memicu kondisi ini adalah
keterlambatan dalam proses pengadaan barang dan jasa, serta hambatan teknis
lainnya di lapangan.
Sebagai solusinya, Pemkab Mimika
berencana menambah tenaga fungsional pengadaan barang dan jasa guna mempercepat
proses administrasi agar penyerapan anggaran ke depan berjalan lebih efektif.
Terkait besarnya nilai Sisa Lebih
Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang mencapai Rp1,1 triliun, Johannes
menjelaskan hal tersebut terjadi akibat akumulasi selisih pendapatan dan
belanja, keterlambatan penagihan dari pihak ketiga, serta beberapa alokasi
anggaran yang belum terserap maksimal. Di sisi lain, rendahnya realisasi dana
transfer pusat dipengaruhi oleh adanya kebijakan penyesuaian/penurunan Transfer
ke Daerah (TKD) secara nasional.
Meski dihadapkan pada sejumlah
tantangan pengelolaan anggaran, Pemkab Mimika memastikan sejumlah proyek
infrastruktur dan fasilitas umum strategis tetap melaju pada Tahun Anggaran
2026:
- Aksesibilitas & Air Bersih: Peningkatan
ruas Jalan Petrosea–Hasanuddin, pembangunan Sistem Penyediaan Air Memadai
(SPAM) perkotaan, hingga fasilitas Reverse Osmosis (RO) air bersih
untuk wilayah pesisir di Ipaya.
- Kesiapsiagaan Bencana: Pembangunan dua pos
pemadam kebakaran baru di wilayah Mapurujaya dan Kelurahan Karang Senang,
yang diperkuat dengan penambahan dua unit armada damkar.
- Pemerataan Pendidikan: Mengatasi kendala
cuaca, geografis, dan keterlambatan pengadaan pada 2025, pemkab fokus pada
pembangunan sarana sekolah, peningkatan mutu serta sertifikasi guru, dan
penguatan kolaborasi lintas sektor (pemerintah pusat, provinsi, dan
swasta).
Di tengah upaya pembenahan,
sektor kesehatan Kabupaten Mimika justru mencatatkan performa impresif pada
beberapa indikator utama:
|
Indikator Kesehatan |
Capaian / Perubahan |
|
Angka Harapan Hidup |
Meningkat dari 73,00 tahun
menjadi 73,45 tahun |
|
Prevalensi Stunting |
Turun signifikan dari 10,91%
menjadi 9,87% |
|
Indeks Kepuasan Masyarakat |
Mencapai angka 87,62% |
Menanggapi kendala pemenuhan
tenaga kesehatan (nakes) spesialis di wilayah terpencil, Bupati memastikan
pemkab terus memperkuat fasilitas, ketersediaan obat-obatan, dan kualitas
layanan primer di seluruh Puskesmas, baik di kawasan pesisir maupun pegunungan.
Mengenai penataan birokrasi,
Pemkab Mimika tengah mematangkan kajian akademik pemekaran sejumlah
distrik—seperti Distrik Tsinga, Mimika Gunung, dan Mimika Utara—bekerja sama
dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Kabar baik juga disampaikan
terkait konektivitas wilayah terisolir. Penerbangan penerusan menuju Distrik
Alama dan daerah pedalaman lainnya kini dipastikan telah kembali beroperasi
normal, setelah memenuhi prosedur standar keselamatan dan keamanan
penerbangan.
Menutup penyampaiannya, Johannes
Rettob kembali menegaskan bahwa seluruh masukan legislatif akan dijadikan
pijakan utama dalam mereformasi kinerjanya.
"Pemerintah Kabupaten Mimika
berkomitmen menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan DPRK sebagai
bagian dari upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan
pelayanan yang berdampak nyata bagi seluruh masyarakat Mimika," tegasnya.



















