Lomba Adzan Moment Maulid Nabi 1448 H di Mimika, Ini Para Juaranya
Pada
31 Agu, 2026
MIMIKA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Mimika tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan karakter generasi muda melalui Lomba Azan Tingkat Remaja Masjid kategori SD, SMP dan sederajat.
Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika pada 31 Agustus 2026 tersebut diikuti sebanyak 40 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai masjid dan musala di Kabupaten Mimika.
Setelah melalui proses penilaian, para peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik berhasil meraih posisi juara. Juara pertama diraih Zidan Ahmad Nail Rabbani dari Masjid Al-Azhar, disusul Rafa Anka Wijaya dari Masjid Nurul Iman sebagai juara kedua, dan Fakhruddin Uzair dari Mushola Nur Hidaya sebagai juara ketiga.
Sementara itu, Syarif Hidayatullah Ugar dari Masjid Fastabiqul Khoirat meraih juara harapan pertama, Imam Zikra Imran Said dari Masjid Jabal Nur sebagai juara harapan kedua, dan Andika Saputra dari Masjid Al Amanah sebagai juara harapan ketiga.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi generasi muda, seluruh pemenang mendapatkan trofi dan uang pembinaan. Juara pertama memperoleh Rp7 juta, juara kedua Rp6 juta, juara ketiga Rp5 juta, juara harapan pertama Rp4 juta, juara harapan kedua Rp3 juta, dan juara harapan ketiga Rp2 juta.
Penyerahan hadiah utama kepada juara pertama dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ananias Faot, yang hadir mewakili Bupati Mimika.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembinaan generasi muda melalui nilai-nilai keagamaan. Kemampuan mengumandangkan azan tidak hanya berkaitan dengan kualitas suara, tetapi juga melatih keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, ketepatan waktu, serta adab dalam menjalankan kehidupan beragama.
Dalam sambutan penutupnya, pemerintah daerah menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk investasi dalam pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan daerah, menurutnya, tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia yang memiliki kecerdasan intelektual, kesehatan jasmani, ketahanan mental, serta kekuatan moral dan spiritual.
Karena itu, lomba azan dipandang sebagai sebuah inovasi pembinaan yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar tampil di depan umum, mengembangkan potensi diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini.
Pesan penting lainnya adalah bahwa keberhasilan pembentukan karakter anak tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Keluarga, sekolah, masjid, tokoh agama dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang aman, positif dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, pemerintah berharap lahir generasi Mimika yang tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak, percaya diri, disiplin dan mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, hasil perlombaan diharapkan tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Justru pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi proses untuk mengevaluasi kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri dan mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya.
Dengan demikian, Lomba Azan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Mimika menjadi lebih dari sekadar ajang perebutan piala dan hadiah. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi, pembinaan karakter sekaligus investasi sosial untuk menyiapkan generasi muda yang religius, berdaya saing dan mampu berkontribusi bagi terciptanya Mimika yang harmonis dan damai.





