Wujudkan "Mimika Peduli UMKM", Kadiskop dan UKM Borong Mebel Karya Anak Binaan YPTP
TIMIKA, papuamctv.com —
Komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memajukan ekonomi lokal tidak
sekadar menjadi wacana panggung. Di tengah gelora peringatan Hari Ulang Tahun
(HUT) UMKM Nasional ke-10 sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81, Kepala
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H.,
memberikan aksi nyata dengan memborong dua set sofa hasil karya karya anak-anak
binaan Yayasan Pengembangan Talenta Papua (YPTP) senilai Rp50 juta.
Aksi transaksional tersebut
berlangsung di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, pada pembukaan
Festival Produk UMKM 2026, Senin (10/08/2026). Langkah ini dilakukan Samuel
Yogi sebagai bentuk dukungan konkret terhadap karya anak daerah, sekaligus mengajak
seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk
mengutamakan pembelian produk-produk lokal.
"Langkah ini adalah bentuk
keberpihakan nyata. Kita harus bangga dan menjadi pembeli pertama karya-karya
terbaik dari masyarakat kita sendiri," tegas Samuel Yogi di sela-sela
peninjauan stan pameran.
Ketua YPTP Timika, Pastor
Didimus Kosi, OFM, mengungkapkan rasa syukur atas apresiasi tinggi yang
diberikan oleh Pemkab Mimika. Menurutnya, perabotan yang dipamerkan—termasuk
dua set sofa yang dibeli Kadiskop—merupakan murni hasil kerajinan tangan dari
anak-anak Papua binaan yayasan yang dilatih secara khusus di bidang pertukangan
dan pembuatan furnitur.
"Di sini kami menjual kursi
sofa dengan berbagai ukuran. Selain produk yang siap di lokasi, kami juga
menerima pesanan pembuatan kursi sofa, lemari, hingga meja sesuai dengan
keinginan dan selera pembeli," jelas Pastor Didimus.
Ia menambahkan, selama festival
berlangsung, respon pengunjung sangat positif dan beberapa unit perabotan
lainnya juga telah laku terjual.
Festival Produk UMKM 2026 yang
berlangsung hingga 12 Agustus 2026 ini bukan sekadar ajang pameran tahunan,
melainkan fondasi penguatan ekosistem kewirausahaan di Provinsi Papua Tengah.
Diikuti oleh 125 pelaku UMKM
unggulan dari berbagai rumpun ekonomi—mulai dari perajin kriya, pengolah
kuliner khas, hingga industri kreatif—acara ini mempertemukan para pelaku usaha
binaan lintas sektor dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Mengusung tema "UMKM
Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi" yang berpadu dengan visi "Mimika
Peduli UMKM Naik Kelas, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur",
perhelatan ini diharapkan mampu mentransformasi sektor informal menjadi tulang
punggung perekonomian daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.





















