Pemkab Mimika Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana; Ini 5 Langkahnya



TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi membuka Kegiatan Kerja Sama Antarlembaga dan Kemitraan dalam Penanggulangan Bencana Daerah Tahun Anggaran 2026 di Hotel Serayu, Timika, Jumat (18/9/2026). Forum yang berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (19/9/2026) ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah sekaligus menggeser paradigma penanganan bencana dari reaktif menjadi mitigasi terencana dan berkelanjutan.

Mewakili Bupati Mimika, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santi Sondang, menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan integrasi seluruh unsur pentahelix—meliputi pemerintah, TNI/Polri, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat luas.

“Kerja sama penanggulangan bencana tidak bisa bertumpu pada satu lembaga saja. Kemitraan yang kita bangun hari ini tidak boleh berhenti pada seremonial belaka, tetapi harus terwujud dalam tindakan nyata di lapangan,” tegas'Nya

Dalam forum tersebut, Pemkab Mimika merumuskan (lima langkah strategis) yang wajib ditindaklanjuti seluruh instansi dan mitra kerja:

1. Penguatan koordinasi dan komunikasi: membangun alur interaksi yang responsif, solutif, dan terintegrasi antarlembaga sebelum, saat, maupun pascabencana.

2. Peningkatan kapasitas SDM: menggelar pelatihan, simulasi kebencanaan, dan pertukaran pengetahuan secara berkala bagi personel BPBD serta relawan.

3. Kesiapsiagaan sarana dan logistik: memastikan ketersediaan dan kelayakan prasarana evakuasi serta bantuan logistik yang siap didistribusikan.

4. Edukasi berbasis masyarakat: memperluas pemahaman kebencanaan hingga tingkat kampung, kelurahan, sekolah, dan komunitas untuk mendorong kemandirian warga.

5. Sistem evaluasi dan pemantauan: menjamin setiap komitmen program berjalan transparan, akuntabel, dan terukur.

Selain langkah teknis, Pemkab Mimika menekankan pentingnya perlindungan prioritas bagi kelompok rentan—seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas—serta imbauan menjaga kelestarian lingkungan sebagai benteng pertahanan alami.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Papua, Supanto, SE., M.Si. Selain pembekalan materi, agenda utama hari kedua difokuskan pada pembentukan forum kerja sama penanggulangan bencana daerah.

Agustina menegaskan, BPBD bertindak sebagai pusat koordinasi tunggal yang merangkul seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Kesehatan, Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga berbagai organisasi relawan.

“Penanganan bencana harus mengacu pada satu komando koordinasi. Melalui forum ini, seluruh dinas, lembaga, dan relawan diikat dalam jaringan kerja sama agar seluruh elemen langsung siap siaga begitu terjadi keadaan darurat,” ujar Agustina.

Ia juga menambahkan Merespon mempercepat krisis air bersih di lapangan juga bukan sekadar wacana, kesiapsiagaan lintas sektor ini langsung dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Agustina mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu hampir sepekan terakhir, BPBD Mimika tengah aktif menanggulangi dampak kekeringan sumur yang dialami warga di sejumlah titik, termasuk kawasan sekitar Mile 400.

Guna membantu kebutuhan harian warga, BPBD mengoperasikan pasokan air bersih melalui dua titik pelayanan, yakni Pos Pemadam Kebakaran Pasar Lama dan Pos SP2.

Meski demikian, Agustina memberikan imbauan khusus terkait penggunaan air bantuan tersebut demi menjaga standar kesehatan masyarakat.

“Air dari pos pelayanan pemadam kebakaran di Pasar Lama dan SP2 dapat diambil warga untuk kebutuhan mandi, cuci piring, dan cuci pakaian. Namun, untuk kebutuhan konsumsi dan memasak, kami mengimbau warga tetap menggunakan air galon demi menjaga kesehatan,” pungkas Agustina.

Melalui perpaduan strategi mitigasi jangka panjang, pembentukan forum kolaborasi, dan aksi tanggap darurat yang cepat, Pemkab Mimika optimistis dapat mewujudkan wilayah yang aman, tangguh, dan sigap menghadapi potensi bencana alam.

Postingan Terbaru