Papua Tengah Ukir Prestasi Gemilang, Raih Emas dan Perunggu di Indonesia Walking Football Championship



JAKARTA — Kabupaten Mimika yang mewakili Persejasi Provinsi Papua Tengah berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Indonesia Walking Football Championship International Friendly Match yang berlangsung di Jakarta, 3–4 Oktober 2026.

Kompetisi yang diikuti sekitar 30 klub nasional dan Asia Tenggara tersebut menjadi panggung bagi para pegiat walking football untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mempererat hubungan olahraga antar wilayah dan antarnegara.

Dalam pertandingan final yang berlangsung pada 4 Oktober 2026, IWFC asal Kabupaten Mimika yang membawa nama Persejasi Provinsi Papua Tengah berhasil meraih prestasi. Klub putri PT Freeport Indonesia sukses merebut medali emas, sementara Timika IWFC mengamankan medali perunggu pada kategori putri.

Untuk Kategori Putra Indonesia Walking Football Championship (IWFC) Kabupaten Mimika Papua Tengah meraih juara tiga, dimana Sofyan Madubun menjadi Topskor pencetak Gol terbanyak dengan 19 Gol pada Ajang Indonesia Walking Football Championship International Friendly Match yang berlangsung di Jakarta, 3–4 Oktober 2026.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika, karena mampu bersaing dan mengukir prestasi dalam kompetisi walking football yang mempertemukan klub-klub dari Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Ketua Persejasi Provinsi Papua Tengah, Habel Taime, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan kerja keras kedua klub asal Mimika yang telah membawa nama Papua Tengah hingga meraih podium. Ucapan terima Kasih juga disampaikan kepada Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong serta Sekda Mimika , PTFI, YPMAK sebagai Sponsorship dan mendukung Tim PERSEJASI hingga bisa berjalan dengan baik.

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan walking football di Kabupaten Mimika memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Mimika bahkan dinilai telah menjadi salah satu barometer sepak bola berjalan di Tanah Papua, khususnya dalam perkembangan olahraga tersebut di enam provinsi di Papua.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai prestasi dalam satu kejuaraan. Ke depan, Persejasi Papua Tengah akan terus mendorong pengembangan sepak bola berjalan sebagai olahraga rekreasi dan olahraga prestasi yang dapat diikuti masyarakat dari berbagai kelompok usia.



Manajer Tim Walking Football PT Freeport Indonesia, Airan Koibur, mengatakan keberhasilan meraih Juara 1 tim putri dan Juara 2 tim putra pada debut perdana merupakan buah dari kerja keras, kekompakan, dan dukungan seluruh tim. Ia menegaskan, hasil tersebut menjadi motivasi untuk terus melakukan evaluasi dan mempertahankan prestasi pada kompetisi berikutnya.

Pelatih Tim IWFC Mimika, Thomy Songgonao, mengatakan keterbatasan waktu latihan karena sebagian besar pemain merupakan karyawan menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, tim tetap memaksimalkan latihan rutin setiap Sabtu, sekaligus beradaptasi dengan regulasi walking football dan memperkuat kolaborasi antara Persejasi Mimika dan Persejasi Freeport untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Perwakilan pemain Putra IWFC Persejasi Mimika, Sofyan Madubun, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan tim meraih juara ketiga. Ia juga bersyukur atas pencapaian pribadinya sebagai top scorer dalam ajang tersebut, namun menegaskan bahwa prestasi individu bukanlah tujuan utama.

Menurut Sofyan, kekompakan dan kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan hingga mampu meraih podium. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi para pemain dan pegiat walking football di Mimika dan Papua Tengah untuk terus berlatih, menjaga kebugaran, serta meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya.

Helen Mayoni mewakili tim WFC Putri Persejasi Mimika, menyampaikan apresiasi kepada manajemen PTFI, BAKOR, pelatih, manajer, dan seluruh pihak yang telah mendukung debut tim pada ajang Walking Football Indonesia di Cibubur. Menurutnya, pengalaman bertanding setelah menjalani persiapan selama tiga bulan menjadi langkah penting untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan tim putri menghadapi kompetisi selanjutnya.

Pengembangan walking football juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk tetap aktif berolahraga, menjaga kebugaran tubuh, sekaligus membangun kebersamaan melalui kegiatan olahraga yang aman dan menyenangkan.

Keberhasilan IWFC Kabupaten Mimika menjadi bukti bahwa pembinaan walking football di Kabupaten Mimika terus berkembang dan memiliki potensi untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Postingan Terbaru