Pemkab Mimika Perkuat Pengelolaan BUMDes untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Kampung


TIMIKA, — Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)/Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) melalui kegiatan pembinaan dan pemberdayaan. Langkah strategis ini dilakukan guna mendorong kemandirian serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat kampung. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kangguru, Timika, Jumat (16/10/2026). Sebanyak 42 peserta dari enam kampung—terdiri atas 30 pengurus BUMDes/BUMK serta 12 kepala kampung dan ketua lembaga kerja sama—turut serta dalam pelatihan ini.

Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan oleh, (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, S.E., M.H., Ia menyampaikan Pemkab Mimika memberikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat atas penyelenggaraan pelatihan ini. BUMDes/BUMK bersama Lembaga Kerja Sama Antardesa (LKAD) dinilai memegang peran vital sebagai penggerak utama roda perekonomian kampung.

“Kampung merupakan fondasi pembangunan daerah. Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Mimika tidak terlepas dari seberapa mandiri dan sejahtera masyarakat di kampung-kampung,” ujar Bupati dalam pesan tertulisnya.

Ia menegaskan, BUMDes/BUMK tidak boleh terus bergantung pada bantuan atau penyertaan modal pemerintah semata, melainkan harus bertransformasi menjadi badan usaha produktif yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pengurus didorong untuk memperkuat aspek legalitas, kelembagaan, manajemen, perencanaan bisnis, hingga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, dalam arahannya, Pj Sekda Abraham Kateyau meminta para kepala kampung dan pengurus BUMDes/BUMK aktif menggali potensi wilayah masing-masing, baik di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, maupun ekonomi kreatif.

Abraham menyayangkan masih maraknya peluang usaha di kampung yang dimanfaatkan oleh pihak luar akibat keterbatasan pengetahuan dan pendampingan bagi warga lokal.

“Tuhan sudah memberi kita pikiran, hati, tangan, dan kesehatan. Dengan sumber daya yang ada di kampung masing-masing, jika tidak kita manfaatkan, sangat disayangkan. Jangan sampai orang lain yang datang mengambil peluang tersebut,” tegas Abraham.


Ia menekankan agar program pemberdayaan masyarakat tidak berhenti sebatas penyaluran bantuan modal, tetapi harus ditindaklanjuti dengan pendampingan manajemen keuangan dan pengembangan bisnis secara berkesinambungan.

“Pemberdayaan harus berjalan berkelanjutan. Jangan sampai setelah bantuan diserahkan, pendampingan ikut terputus. Harus ada inovasi dan pembelajaran berlanjut agar usaha yang dijalankan memberi nilai tambah dan manfaat jangka panjang,” pungkasnya.

Selama kegiatan, para peserta dibekali materi teori, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Pembekalan difokuskan pada penguatan legalitas, manajemen usaha, tata kelola keuangan yang akuntabel, serta pengembangan kerja sama ekonomi antarkampung.

Melalui pembinaan ini, Pemkab Mimika berharap BUMDes/BUMK dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan mewujudkan kemandirian kampung di Kabupaten Mimika.

Postingan Terbaru