Perkuat Deteksi Dini, KESBANGPOL Mimika Bimtek Peningkatan Kapasitas FKDM
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Ananias Faot, yang
mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, ditegaskan bahwa keamanan dan
ketertiban merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui visi Gerbang Emas.
Menurutnya, pembangunan di bidang pendidikan,
kesehatan, ekonomi, maupun sektor lainnya tidak dapat berjalan secara optimal
apabila tidak didukung kondisi daerah yang aman dan kondusif. Karena itu,
kemampuan masyarakat dalam mengenali dan menyampaikan informasi awal mengenai
potensi gangguan keamanan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
FKDM memiliki posisi strategis sebagai
jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Anggotanya diharapkan
mampu mengenali potensi kerawanan, mengumpulkan informasi berdasarkan fakta,
melakukan verifikasi, membangun koordinasi dengan aparat serta tokoh
masyarakat, dan menyampaikan rekomendasi yang konstruktif kepada pemerintah
daerah.
Ananias
menekankan, kewaspadaan dini bukan berarti membangun budaya saling mencurigai,
tetapi menciptakan budaya saling percaya, peduli dan bertanggung jawab.
Informasi yang diterima masyarakat harus dikelola secara objektif, valid dan
responsif agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman atau konflik.
Di tengah perkembangan teknologi informasi,
tantangan FKDM juga semakin kompleks. Penyebaran informasi yang belum
terverifikasi atau hoaks dapat memicu keresahan dan mengganggu kerukunan
masyarakat. Karena itu, anggota FKDM diharapkan memiliki kemampuan literasi
digital yang baik dan menjadi bagian dari solusi dengan memastikan informasi
yang diteruskan benar-benar berdasarkan fakta.
Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Kewaspadaan Nasional Kemendagri, Kesbangpol, Polres Mimika, serta Kodim 1710/Mimika. Materi diarahkan untuk memperkuat kemampuan deteksi dini dan cegah dini sekaligus membangun koordinasi antara masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan.
Selain memperkuat kapasitas anggota FKDM yang
telah terbentuk, Pemkab Mimika juga terus mendorong pembentukan FKDM di tiga
distrik wilayah pegunungan yang hingga kini masih terkendala kondisi kamtibmas.
Melalui kegiatan ini, anggota FKDM diharapkan
dapat kembali ke lingkungan masing-masing dengan kemampuan yang lebih baik
dalam membangun jaringan komunikasi, memberikan edukasi kepada masyarakat,
serta menyampaikan informasi awal secara bertanggung jawab.
Penguatan FKDM menjadi bagian dari upaya membangun sistem kewaspadaan berbasis masyarakat, sehingga potensi persoalan dapat dikenali dan ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar terhadap keamanan dan pembangunan Kabupaten Mimika.


