Potensi Pangan Mimika Melimpah, UMKM Butuh Perhatian Modal dan Akses Pemasaran



TIMIKA - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah lokal di Kabupaten Mimika terus berinovasi memanfaatkan potensi alam dan kuliner khas daerah untuk memperluas jangkauan pasar. Meskipun mendapat dukungan dari pemerintah daerah melalui ajang festival dan program pembinaan, para penggiat UMKM mengharapkan perhatian yang lebih terarah, khususnya terkait penyediaan fasilitas pameran serta pembangunan pusat oleh-oleh terpadu di Timika. Kamis, 08/10/2026

Martina Bedes, pelaku UMKM yang berfokus pada promosi kuliner olahan mangrove, menyampaikan bahwa usahanya yang dirintis sejak tahun 2016 telah berhasil mengolah buah bakau menjadi beragam produk turunan. Produk-produk tersebut meliputi stik mangrove, es krim, kue, dodol, hingga produk perawatan kulit seperti lulur. Martina mengapresiasi dukungan rumah produksi dari Bank Papua dan dinas terkait serta keikutsertaannya dalam festival yang diselenggarakan Dinas Koperasi karena mampu meningkatkan pendapatan usaha. Namun, akibat keterbatasan luas meja pameran yang disediakan, ia hanya bisa menampilkan sebagian kecil dari total 25 varian produk miliknya. Martina berharap pemerintah daerah dapat menambah kapasitas fasilitas lapak pada ajang pameran mendatang agar seluruh ragam produk lokal dapat diperkenalkan secara maksimal.

Sementara itu, Makdalena Walten Iri mengangkat potensi kuliner tradisional suku Kamoro dengan mengolah tambelo menjadi kerupuk sejak tahun 2022. Inovasi ini dilakukan untuk mengubah persepsi masyarakat luas terhadap bahan pangan lokal bernutrisi dan berkalsium tinggi yang biasanya hanya dikonsumsi mentah. Selain tambelo, Makdalena juga mengembangkan kerupuk kepiting dan kerupuk ikan manyong. Seluruh produk kuliner tersebut telah melengkapi legalitas usaha, mulai dari sertifikasi halal, P-IRT, hingga izin merek. Di luar bidang kuliner, ia juga melestarikan warisan budaya melalui Sanggar Kapiri yang memproduksi kerajinan tangan noken, aksesori daun pandan, serta minyak obat tradisional.



Kendati rutin mendapatkan pembinaan dan kesempatan studi tiru dari dinas terkait, Makdalena menyoroti pentingnya dukungan modal serta infrastruktur pemasaran yang konkret agar UMKM lokal dapat tumbuh berkelanjutan dan menyerap tenaga kerja. Salah satu kebutuhan utama yang diusulkan adalah penyediaan satu gedung khusus sebagai pusat oleh-oleh khas Mimika. Selama ini, transaksi produk lokal masih didominasi oleh pemesanan langsung secara daring atau pengambilan di rumah produksi. Keberadaan pusat belanja oleh-oleh terpadu dinilai sangat krusial untuk memudahkan wisatawan maupun pekerja yang membutuhkan buah tangan khas Mimika secara praktis.

Postingan Terbaru