YPMAK dan PAPEDA Perkuat Daya Saing Pemuda Amungme dan Kamoro Menuju SDM Unggul Siap Kerja di Mimika
Pada
21 Okt, 2026
TIMIKA — Perhimpunan Alumni Lemhannas (PAPEDA) Kabupaten Mimika menggelar workshop strategis guna memperkuat peran generasi muda, khususnya Pemuda Asli Papua (OAP), dalam menghadapi ketatnya persaingan era globalisasi dan tantangan dunia kerja modern. Forum yang mengusung semangat penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul dan siap kerja ini menegaskan komitmen bersama dalam mendorong kemajuan masyarakat adat di bumi Mimika.
Acara penting ini dihadiri oleh berbagai elemen penting daerah, di antaranya pimpinan pusat, perwakilan lembaga, para pendeta, jajaran pengurus Yayasan Amungme dan Kamoro (YPMAK), serta pimpinan Lemasa (Lembaga Masyarakat Adat Amungme) dan Lemasko (Lembaga Masyarakat Kamoro) beserta perwakilan masing-masing. Hadir pula para tokoh adat, perwakilan tokoh perempuan, pimpinan dinas atau badan terkait, rekan-rekan media, Ketua LPMAK, Saudara Adi Wahmarius, jajaran panitia, serta para alumni penerima beasiswa YPMAK dari berbagai lembaga pendidikan seperti LPMAK dan PT Freeport Indonesia (PTFI).
Transformasi dan Tantangan SDM Amungme dan Kamoro
Dalam sambutannya, Direktur YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, menyoroti perjalanan panjang dan perjuangan dalam pembangunan SDM masyarakat Amungme dan Kamoro yang menunjukkan perbedaan signifikan jika dibandingkan dengan masa lalu.
"Berbicara mengenai sumber daya manusia tentu bukanlah hal yang mudah, terutama karena masyarakat Amungme dan Kamoro saat ini jika dibandingkan dengan waktu yang lalu menunjukkan perbedaan yang sangat jauh. Pada masa lalu, bahkan untuk sekadar menyekolahkan anak hingga setengah mati saja memerlukan usaha dan tenaga yang sangat besar dari orang tua," ungkap Dr. Leonardus Tumuka.
Beliau juga mengenang tantangan geografis di wilayah pegunungan yang memerlukan perjuangan luar biasa hanya untuk bertahan hidup dan menjangkau akses pendidikan—sebuah dinamika yang tentu berbeda dengan tantangan di wilayah pesisir (lowland). Meski dihadapkan pada hambatan biaya dan geografis yang kompleks, YPMAK, PT Freeport Indonesia, serta pemerintah daerah terus berkesinambungan melakukan intervensi strategis di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.
Peran Strategis Alumni dan Pesan Filosofis Pembangunan
Lebih lanjut, Dr. Leonardus menekankan bahwa kehadiran para alumni YPMAK dari berbagai jenjang pendidikan diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, lembaga adat, maupun masyarakat di pesisir dan pegunungan. YPMAK mendorong pendataan alumni yang lebih optimal agar kontribusi nyata mereka dapat terpantau dengan baik.
Para alumni diimbau untuk senantiasa mengingat akar budaya mereka serta bertransformasi menjadi agen perubahan (virus positif) dan pemecah masalah (problem solver) di tengah masyarakat. Komitmen kolaboratif antara pemerintah daerah, YPMAK, dan PT Freeport Indonesia akan terus digalakkan, di mana keterlibatan aktif para alumni menjadi kunci utama keberlanjutan pembangunan.
Mengakhiri sambutannya, Direktur YPMAK menyampaikan pesan filosofis yang mendalam:
"Pembangunan SDM diibaratkan seperti merawat tanaman: dimulai dari hal kecil, dipelihara dengan baik hingga tumbuh besar, dan akhirnya dapat memberikan manfaat serta berkat bagi banyak orang."
Penguatan Organisasi dan Konsolidasi Pemuda Melalui PAPEDA
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Mimika, Rafael Taorekeyau, menyoroti pentingnya kesadaran berorganisasi sebagai kunci utama pembentukan karakter kepemimpinan pemuda OAP, khususnya dari suku Amungme, Kamoro, serta suku-suku kerabat lainnya.
Dalam diskusinya, forum menyoroti masih minimnya keterlibatan pemuda lokal dalam organisasi kemasyarakatan maupun kepemudaan—seperti kelompok Cipayung dan DPD KNPI. Meski wadah kepemudaan telah banyak terbentuk, efektivitasnya dinilai belum optimal akibat tata kelola yang belum tersistematis dan masih sebatas pemenuhan struktur formal semata.
Rafael menegaskan bahwa tantangan sistemik dan kompleksitas regulasi pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan secara individu, melainkan membutuhkan kerja kolektif yang terstruktur dari tingkat pusat hingga ke daerah. Oleh karena itu, para pemuda diimbau untuk mengikis ego sektoral dan mulai melatih jiwa kepemimpinan melalui wadah organisasi.
Melalui agenda workshop ini, PAPEDA diharapkan mampu bertindak sebagai katalisator dalam mengonsolidasikan potensi alumni penerima beasiswa dana kemitraan yang cukup besar di Kabupaten Mimika. Penguatan jejaring internal dan pengembangan kapasitas ini dipandang sebagai fondasi utama penciptaan keberlanjutan organisasi.
Seluruh rangkaian konsolidasi dan sinergi yang diinisiasi oleh PAPEDA, YPMAK, dan seluruh pemangku kepentingan ini bermuara pada satu tujuan besar: mencetak SDM dan tenaga kerja lokal yang kompeten, berdaya saing tinggi, serta siap berkontribusi nyata dalam mengawal kemajuan pembangunan di Kabupaten Mimika.


