Misa Syukur Kenang Para Leluhur Perintis: Semangat Misi dan Pendidikan di Tanah Papua

Dalam suasana penuh khidmat dan haru, umat Katolik di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggelar Misa Syukur mengenang para leluhur perintis, yang berlangsung di Gereja Tiga Raja, Timika, pada Jumat 24 Oktober 2025.

Ketua Panitia Misa Syukur, Endang, menjelaskan bahwa misa ini digelar untuk mengenang jasa para perintis dari Kepulauan Kei, Maluku Tenggara Barat, yang datang ke tanah Papua pada tahun 1927 dengan misi pendidikan dan penyebaran agama Katolik.

Mereka datang bukan untuk kembali, tapi dengan semboyan hidupku untukmu Papua, dan matiku untuk Dia yang mengutus aku, yaitu Tuhan.

Ratusan anak cucu para perintis hadir dari berbagai daerah, mulai dari Jayapura, Fakfak, hingga Bintuni, bersatu dalam misa penuh syukur dan doa.

Sementara itu, Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, menegaskan bahwa misa ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan semangat pelayanan dan pendidikan Katolik di tanah Papua.

Para perintis adalah misionaris pendidikan yang telah mengorbankan hidup mereka untuk kemajuan gereja dan umat. Kini saatnya anak cucu menjadi obor untuk melanjutkan semangat itu.

Ketua Ikatan Keluarga Perintis Peduli Mimika, Petrus Yanwarin, menambahkan bahwa perjuangan para leluhur menjadi inspirasi untuk terus melanjutkan misi kemanusiaan dan pelayanan di tanah Papua.

Kami, anak cucu perintis, tidak boleh diam. Kami harus melanjutkan perjuangan mereka demi gereja dan kemanusiaan.

Misa syukur ini menjadi bukti nyata bahwa semangat dan nilai perjuangan para perintis tahun 1927 masih hidup, dan terus diwariskan kepada generasi penerus di Mimika dan seluruh tanah Papua.

Postingan Terbaru