Kebersihan Jadi Program Utama Kelurahan Inauga, Lurah Tegaskan Kerja Bakti Tetap Jalan Meski Tanpa Anggaran



Timika, papuamctv.com – Kepala Kelurahan Inauga, Gerson Rumbarar, menegaskan bahwa program kebersihan lingkungan masih menjadi prioritas utama di wilayah Kelurahan Inauga, meski hingga kini belum ada kejelasan informasi terkait Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dari pihak distrik.

Hal tersebut disampaikan Gerson Rumbarar saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Kelurahan Inauga, Timika, pada Jumat, 23 Januari 2026. Ia mengatakan, pihak kelurahan belum dapat berbicara banyak mengenai program-program lain karena belum menerima petunjuk resmi terkait kegiatan yang akan didanai.

“Untuk program prioritas, mungkin saya belum bisa banyak bicara karena sampai sekarang belum ada informasi dari distrik terkait kegiatan-kegiatan dalam DPA. Tapi yang pasti, program utama kami di Kelurahan Inauga adalah kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, kerja bakti sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara konsisten dari tahun ke tahun, bahkan dari minggu ke minggu. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari Jumat dan bersifat wajib, melibatkan perangkat kelurahan, RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, serta masyarakat setempat.

“Ada anggaran atau tidak ada anggaran, kerja bakti tetap kami laksanakan. Ini sudah menjadi komitmen dan program utama kami di Inauga, karena menyangkut kebersihan dan lingkungan,” tegasnya.

Gerson menjelaskan, Kelurahan Inauga hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berlokasi di Jalan Busiri, Jalur 9. Karena itu, pihak kelurahan terus mengimbau warga agar membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan, yakni sore hingga malam hari.

“Kami sudah sampaikan ke warga, buang sampah itu sore hari. Kalau pagi hari petugas sudah angkut jam 5 atau jam 6, lalu jam 9 warga buang lagi, ya akhirnya kelihatan kotor terus,” jelasnya.

Ia mengakui, tingkat kesadaran masyarakat masih beragam. Ada warga yang sudah patuh, namun tidak sedikit pula yang masih mengabaikan aturan. Bahkan saat kerja bakti berlangsung, ia mengaku masih menemukan warga yang membuang sampah pada waktu yang tidak sesuai.

“Tadi pagi saja, saya sudah menegur hampir lima orang. Mereka sudah tahu, tapi kadang pura-pura tidak tahu. Ada yang bilang kami orang baru. Tapi pelan-pelan terus kami edukasi,” katanya.

Lebih lanjut, Gerson juga menyoroti persoalan drainase dan genangan air yang selama ini menjadi masalah di beberapa wilayah, seperti RT 4, RT 6, dan RT 17. Ia bersyukur karena sejumlah titik rawan genangan, khususnya di Jalan Patimura Jalur 9, telah dikerjakan dan menunjukkan hasil yang positif.

“Kemarin waktu hujan, puji Tuhan sudah kering, tidak ada genangan lagi. Padahal sebelumnya kalau hujan, air bisa sampai lutut,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menilai masih perlu penanganan lanjutan, terutama di Jalan Sam Ratulangi, yang dinilai perlu dipasangi box culvert seperti di Jalan Busiri. Hal ini disebabkan berkurangnya daerah resapan air akibat pesatnya pembangunan rumah dan ruko di wilayah tersebut.

“Air dari Jalan Busiri dan Patimura itu semua lari ke satu kolam. Kalau kolam itu ditimbun tanpa solusi, maka dampaknya bisa ke seluruh wilayah,” jelasnya.

Untuk itu, Gerson mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR Kabupaten Mimika, agar pemasangan box culvert dapat segera dilakukan demi kepentingan bersama. Ia menegaskan bahwa persoalan drainase adalah kebutuhan publik yang tidak boleh dihambat oleh kepentingan pribadi.

“Kalau ada yang menghalangi pekerjaan, lapor saya. Kita bicara baik-baik. Ini kepentingan bersama. Drainase ini penting untuk semua warga,” tegasnya.

Ia berharap, ke depan seluruh elemen masyarakat dapat terus mendukung upaya kelurahan dalam menjaga kebersihan dan lingkungan, karena tanpa dukungan warga, program sebaik apa pun tidak akan berjalan maksimal.

“Kami tidak bisa kerja sendiri. Pemerintah berupaya, tapi warga juga harus mendukung. Kalau sama-sama, pasti lingkungan Inauga bisa lebih bersih dan tertata,” pungkasnya. (Ian)

Postingan Terbaru