Kepala Distrik Wania Tegaskan Rumah Layak Huni Adalah Hak Dasar dan Martabat Warga


TIMIKA, papuamctv.com - Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, menegaskan bahwa persoalan perumahan bukan sekadar program pembangunan atau hitungan angka, melainkan menyangkut martabat dan masa depan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui pada Kamis, 22 Januari 2025, Timika, Papua Tengah.

Merlyn menyatakan, sebagai Kepala Distrik sekaligus seorang ibu bagi warga Distrik Wania, ia memandang rumah sebagai ruang paling dasar tempat nilai kemanusiaan dijaga. Rumah, menurutnya, adalah fondasi bagi keluarga untuk tumbuh secara sehat, aman, dan bermakna.

“Bagi saya, isu perumahan bukan sekadar urusan program atau angka. Rumah adalah tempat martabat manusia dijaga dan tempat keluarga bertumbuh dengan layak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program bantuan perumahan di Distrik Wania merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Mimika yang dilaksanakan melalui Dinas Perumahan dan Pertanahan. Peran pemerintah distrik, lanjut Merlyn, adalah memastikan proses pendataan berjalan secara jujur, mengawal ketepatan sasaran, serta menyuarakan kebutuhan riil masyarakat agar benar-benar terakomodasi dalam perencanaan.

Saat ini, terdapat dua unit rumah yang secara fisik telah selesai dibangun di wilayah Distrik Wania dan diperuntukkan khusus bagi masyarakat Amungme-Kamoro. Namun demikian, rumah tersebut belum dapat dimanfaatkan karena masih menunggu proses serah terima akibat belum rampungnya administrasi di dinas teknis.

“Kami terus berkoordinasi agar proses administrasi ini segera tuntas, sehingga rumah yang sudah dibangun benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Terkait program perumahan tahun 2026, Merlyn mengungkapkan bahwa jumlah bantuan rumah di Distrik Wania masih dalam tahap perencanaan dan penyesuaian anggaran. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan hunian masyarakat, mengingat persoalan rumah layak huni masih menjadi tantangan nyata di lapangan.

Sebagai seorang ibu, Merlyn mengaku kerap melihat langsung kondisi di mana satu rumah dihuni oleh dua bahkan tiga keluarga. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kepadatan hunian, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, tumbuh kembang anak, keharmonisan keluarga, serta martabat manusia.

“Ini bukan kondisi ideal dan tidak boleh dianggap normal,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Distrik Wania menargetkan agar setiap keluarga dapat memiliki ruang hidup yang layak dan manusiawi, sehingga tidak ada lagi warga yang terpaksa hidup berdesakan akibat keterbatasan hunian.

Merlyn menambahkan, sasaran bantuan perumahan diarahkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, melalui pendataan lapangan yang akurat agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Penentuan wilayah prioritas, katanya, didasarkan pada tingkat kebutuhan, bukan karena kedekatan maupun kepentingan tertentu.

Adapun sumber pendanaan program perumahan berasal dari APBD Kabupaten Mimika, serta dimungkinkan mendapat dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat, sesuai dengan kemampuan anggaran dan program yang tersedia.

Sebagai penutup, Merlyn menegaskan bahwa memperjuangkan rumah layak huni berarti memperjuangkan masa depan keluarga dan anak-anak di Distrik Wania.

“Ini adalah komitmen saya, baik sebagai Kepala Distrik maupun sebagai orang tua bagi masyarakat kami, untuk terus berupaya agar warga dapat hidup lebih bermartabat di rumahnya masing-masing,” pungkasnya. (Ian)

Postingan Terbaru