Persejasi Provinsi Papua Tengah Menghadapi Walking Football Championship Indonesia: Merayakan Hidup, Gerak, dan Martabat Usia
TIMIKA, papuamctv.com – Provinsi Papua Tengah kembali bersiap mengukir prestasi di kancah olahraga nasional melalui partisipasi dua tim unggulan, Tim Golden Tembagapura dan Tambelo Timika, dalam ajang Walking Football Championship (WFC) Indonesia 2026.
Ketua Persejasi Provinsi Papua
Tengah sekaligus Ketua Kormi Kabupaten Mimika, Habel Taime, menegaskan
bahwa keikutsertaan ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan sebuah misi
untuk menyebarkan nilai kehidupan yang aktif dan bermartabat.
Di tengah hiruk pikuk dunia yang
menuntut kecepatan, Walking Football hadir dengan konsep unik. Olahraga ini
mengajak para pesertanya untuk sejenak melambat, namun tetap konsisten
bergerak.
"Event ini bukan sekadar
kejuaraan olahraga, melainkan sebuah pernyataan nilai bahwa kehidupan yang
aktif, sehat, dan bermartabat tidak pernah mengenal batas usia," ujar
Habel Taime.
Lahir dari keinginan agar sepak
bola dapat dinikmati semua kalangan, Walking Football mengedepankan aturan yang
lebih aman. Hal ini membuka ruang bagi para senior, mantan atlet, hingga
masyarakat umum untuk kembali merasakan adrenalin kompetisi tanpa mengabaikan
aspek keselamatan.
Papua Tengah datang dengan
kepercayaan diri tinggi. Sebelumnya, Tim Persejasi sukses menyabet gelar runner-up
pada kejuaraan WFAP Dunia di Bali tahun 2025. Prestasi gemilang tersebut
menjadi bahan bakar semangat bagi tim untuk menghadapi tantangan di Asiop
Training Ground, Sentul, Bogor, yang akan berlangsung pada 9-12 Juli
2026.
Untuk edisi kali ini, Persejasi
akan menurunkan kekuatan penuh di berbagai kategori:
- Kategori Pria: Usia 50+ dan 60+
- Kategori Wanita: Usia 40+ dan 50+
Bagi Habel, lapangan hijau
nantinya akan menjadi ruang perjumpaan antarmanusia. Di sana, yang bertanding
bukan hanya fisik dan taktik, melainkan juga harapan, kenangan, dan semangat
hidup. Setiap operan bola dianggap sebagai bahasa persaudaraan, dan setiap
senyum di akhir laga adalah kemenangan yang sesungguhnya.
"Kejuaraan ini membawa pesan
penting tentang penuaan yang aktif (active aging). Kami menolak anggapan
bahwa usia adalah batas. Sebaliknya, pengalaman dan kebersamaan justru semakin
matang seiring waktu," tambahnya.
Melalui WFC Indonesia 2026,
Walking Football diharapkan menjadi medium efektif untuk menjaga kesehatan
fisik, keseimbangan mental, sekaligus mempererat ikatan sosial antarwilayah. Di
olahraga ini, poin utamanya bukan seberapa cepat seseorang berlari, melainkan
seberapa lama mereka mampu terus bergerak dan menikmati indahnya kehidupan.



















