BPBD Mimika Salurkan Bantuan Bahan Bangunan untuk Korban Kebakaran di SP5


TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan logistik berupa bahan bangunan kepada keluarga Dekme, korban kebakaran yang terjadi di SP5, Distrik Kuala Kencana.

Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap bencana kebakaran yang melanda permukiman warga.

Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WIT, dan menghanguskan rumah milik keluarga Dekme. Hal itu disampaikannya, pada Jumat (6/2/2026) di Timika, Papua Tengah.

“Pemerintah Kabupaten Mimika melalui BPBD memberikan bantuan ini untuk meringankan beban keluarga Dekme agar mereka dapat membangun kembali rumahnya secara bertahap,” ujar Agustina.

Ia menyampaikan, penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh tim BPBD bersama perwakilan dari distrik setempat. Bantuan yang diberikan berupa bahan bangunan, di antaranya 50 lembar daun seng, kayu ukuran 5x10 sebanyak 10 batang, kayu 5x5 sebanyak 20 batang, paku seng, terpal, serta papan.

“Penyerahan bantuan kami lakukan langsung di lokasi kepada keluarga korban, sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana,” jelasnya.

Agustina menegaskan, setiap kejadian bencana yang dilaporkan oleh masyarakat akan segera ditindaklanjuti oleh BPBD melalui proses pendataan lapangan sebelum bantuan disalurkan. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika Tahun 2026, khususnya pada bidang logistik kebencanaan.

“Kalau terjadi bencana seperti kebakaran, angin kencang, banjir, atau longsor, dan ada laporan dari masyarakat, kami dari BPBD siap membantu,” tegasnya.

Keluarga Dakme, korban kebakaran rumah di SP 5 pada tanggal 10 Januari lalu yang mendapatkan bantuan dari BPBD Mimika berupa bahan bangunan. Foto : Ian

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jenis bantuan yang diberikan disesuaikan dengan jenis bencana yang terjadi. Untuk kebakaran, bantuan difokuskan pada bahan bangunan, sementara untuk bencana banjir dan longsor, BPBD menyediakan bantuan bahan makanan (bama) seperti beras, gula, kopi, mi instan, telur, perlengkapan bayi, serta kebutuhan kebersihan.

“Penanganannya berbeda-beda. Untuk kebakaran, tim kami turun langsung ke lokasi untuk menghitung kebutuhan material. Sedangkan untuk banjir dan longsor, bantuan yang diberikan berupa logistik pangan dan kebutuhan dasar lainnya,” jelasnya.

Agustina juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran rumah tangga. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan, memperhatikan penggunaan kompor saat memasak, mengawasi anak-anak agar tidak bermain api, serta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.

“Kalau ada masalah kelistrikan, segera hubungi PLN. Untuk kebakaran, banjir, atau bencana lainnya, masyarakat bisa langsung menghubungi pos pemadam kebakaran atau BPBD. Kami siap melayani dan membantu,” katanya.

Ia berharap bantuan kebencanaan yang diberikan pemerintah daerah dapat terus berkelanjutan sepanjang tahun 2026, seiring komitmen BPBD Mimika untuk hadir dan responsif terhadap setiap musibah yang menimpa masyarakat.

“Kita tidak pernah tahu kapan bencana terjadi. Karena itu, masyarakat harus selalu waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan agar risiko bencana bisa diminimalkan,” tutup Agustina. (Ian)

Postingan Terbaru