Johannes Rettob Tegaskan Tindak Tegas Penyebar Hoaks, Minta Aparat Perketat Patroli Siber Selama Ramadhan
Pada
22 Feb, 2026
Timika, papuamctv.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) dan informasi provokatif di media sosial yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Mimika.
Dalam pernyataannya pada Minggu (22/2/2026), Bupati menegaskan bahwa persoalan hoaks bukanlah hal sepele dan perlu mendapat perhatian serius dari aparat keamanan. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dan bernada provokatif dapat menciptakan rasa tidak nyaman, tidak aman, bahkan memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Saya kira ini perlu perhatian penuh oleh aparat keamanan. Berita-berita seperti ini mempengaruhi dan memprovokasi masyarakat, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa tidak aman di daerah,” tegasnya.
Ia juga meminta agar instansi terkait, termasuk Komisi Digital dan aparat penegak hukum, lebih aktif dalam mengawasi peredaran informasi di media sosial yang dinilai semakin bebas tanpa kontrol. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus tetap berada dalam koridor hukum dan tidak disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan.
Bupati menilai, penyebaran hoaks yang dibiarkan berlarut-larut dapat berdampak serius terhadap instabilitas keamanan daerah. Ia bahkan menegaskan perlunya patroli siber secara intensif serta tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan informasi provokatif.
“Ini penting karena berawal dari situ bisa menyebabkan gangguan keamanan dan keterlibatan masyarakat dalam situasi yang keliru. Dengan tegas saya bilang, harus ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti peran grup percakapan, termasuk grup WhatsApp (WA Group), yang kerap menjadi sarana penyebaran informasi tidak benar. Ia menegaskan bahwa ketua atau admin grup memiliki tanggung jawab moral dan hukum atas konten yang beredar di dalam grup tersebut.
“Kalau berita-berita seperti itu dimuat di dalam WA Group, ketua atau admin WA Group harus bertanggung jawab. Tidak boleh dibiarkan. Seharusnya langsung dihapus. Tidak boleh melakukan hal-hal seperti begitu,” katanya.
Ia menyayangkan bahwa penyebaran informasi tidak benar seolah-olah telah menjadi hal biasa yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Padahal, menurutnya, tindakan tersebut dapat mempengaruhi kenyamanan masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan daerah.
Lebih lanjut, dalam menyambut bulan suci Ramadhan, Bupati Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai waktu untuk memperkuat persaudaraan, menjaga ketenangan, dan tidak mudah terprovokasi.
“Dalam bulan Ramadhan ini saya kira menjadi momen bagi semua masyarakat untuk saling menjaga dalam segala situasi. Saya menghimbau supaya tidak boleh terprovokasi oleh hal-hal yang dibuat oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga kondusivitas daerah dengan bijak dalam bermedia sosial serta melaporkan setiap informasi yang mencurigakan kepada pihak berwenang demi terciptanya situasi yang aman dan damai.




















