Jumat Bersih Bergilir di 11 Kelurahan, Kepala Distrik Mimika Baru Ajak Warga Perangi Sampah dan Banjir
Pada
13 Feb, 2026
Timika, papuamctv.com – Pemerintah Distrik Mimika Baru resmi menggulirkan program “Jumat Bersih” sebagai agenda rutin mingguan di seluruh wilayah kelurahan. Kepala Distrik Mimika Baru, Joel D. Luhukay, S.E., menyampaikan bahwa kerja bakti telah dijadwalkan mulai Jumat, 13 Februari 2026, dengan titik awal di Kelurahan Koperapoka.
Dalam keterangannya di Timika, Jumat (13/2/2026), Joel menegaskan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara bergilir di 11 kelurahan yang berada di wilayah Distrik Mimika Baru. Setelah dimulai di Koperapoka, kerja bakti akan dilanjutkan ke kelurahan lainnya setiap pekan hingga seluruh wilayah tersentuh program tersebut.
“Kita sudah jadwalkan mulai 13 Februari ini. Kita start dari Kelurahan Koperapoka, lalu minggu depan pindah ke kelurahan lain sampai seluruhnya selesai. Setiap Jumat akan menjadi momen khusus Jumat Bersih bagi Distrik Mimika Baru,” ujarnya.
Program ini difokuskan pada pembersihan selokan, got, dan kali yang selama ini tersumbat sampah. Menurut Joel, pengalaman banjir yang terjadi sepanjang 2025 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah distrik dan masyarakat. Ia menilai, salah satu penyebab utama banjir dan genangan air adalah rendahnya kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya.
“Banjir kemarin menjadi pengalaman buat kita semua. Penyebabnya karena sampah yang dibuang sembarangan sehingga selokan dan kali tersumbat. Saat hujan turun, air tidak mengalir lancar dan akhirnya masuk ke rumah-rumah warga,” tegasnya.
Untuk mendukung kebersihan lingkungan, pemerintah distrik telah menyiapkan empat armada mobil pickup pengangkut sampah yang beroperasi setiap hari, mulai pukul 06.00 pagi hingga 17.00 sore. Warga diminta cukup menaruh sampah yang telah dipilah di depan rumah masing-masing untuk kemudian dijemput petugas.
Selain itu, pihak distrik juga telah menyebarkan nomor layanan melalui aplikasi WhatsApp yang bisa dihubungi masyarakat apabila terdapat sampah rumah tangga yang mudah membusuk atau menimbulkan bau. Petugas akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami sudah bagikan nomor telepon kepada masyarakat. Kalau ada sampah yang perlu segera diangkut, silakan hubungi. Petugas akan datang jemput. Jadi tidak perlu lagi buang sampah ke selokan atau kali,” katanya.
Joel juga mengimbau para pelaku usaha, pemilik toko, kios, dan warung yang berada di sepanjang jalan agar menyediakan kantong atau tempat sampah di depan tempat usahanya. Sampah yang telah dikemas rapi akan diangkut oleh petugas tanpa dipungut biaya tambahan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah distrik tidak segan menerapkan sanksi bagi warga maupun pelaku usaha yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Ke depan, pihaknya akan merumuskan kesepakatan bersama dengan masyarakat terkait penerapan sanksi tersebut.
Bahkan, bagi pengusaha yang terbukti membuang sampah ke kali atau selokan, pemerintah distrik akan merekomendasikan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar tidak menerbitkan atau memperpanjang izin usaha maupun dokumen fiskal.
“Kalau masih ada yang sengaja buang sampah sembarangan, tentu akan ada sanksi. Kita bisa rekomendasikan ke Bapenda untuk tidak keluarkan izin. Jangan salahkan pemerintah kalau banjir terjadi akibat kelalaian kita sendiri,” tegasnya.
Melalui program Jumat Bersih, Pemerintah Distrik Mimika Baru berharap tercipta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan Kota Timika. Joel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama demi mencegah banjir dan menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman.
“Prinsip kita sekarang menjaga kebersihan Kota Timika. Mari kita kolaborasi, buang sampah pada tempatnya, dan jadikan Jumat sebagai momentum membangun kesadaran bersama,” pungkasnya. (Ian)




















