Wujudkan Generasi Emas, Pemkab Mimika Matangkan Strategi Program Makan Bergizi Gratis
Pada
12 Feb, 2026
TIMIKA, papuamctv.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan komitmen serius dalam mendukung program prioritas nasional melalui Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan strategis ini berlangsung pada Selasa (12/02/2026) dengan menghadirkan jajaran pimpinan daerah dan lintas sektor.
Hadir langsung dalam rapat tersebut Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob, serta Wakil Ketua TP-PKK, Ny. Periana Kemong. Turut serta jajaran Forkopimda dan kepala dinas terkait guna menyelaraskan langkah implementasi di lapangan.
Program MBG ini dirancang bukan sekadar pemberian bantuan pangan biasa, melainkan sebuah intervensi kesehatan yang sistematis. Fokus utama program ini menyasar pada:
- Anak-anak sekolah sebagai investasi kualitas sumber daya manusia.
- Ibu hamil dan menyusui untuk mencegah stunting sejak dini.
- Kelompok lansia guna memastikan ketahanan fisik di usia senja.
Dalam arahannya, ditekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antar instansi. Rapat koordinasi ini diharapkan mampu membangun jembatan komunikasi yang kuat agar distribusi dan pelaksanaan Program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
"Komitmen bersama ini adalah wujud nyata kepedulian kita dalam membangun generasi Mimika yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kita ingin memastikan tidak ada satu pun kelompok rentan yang terlewatkan," ungkap poin utama dalam pertemuan tersebut.
Koordinator Regional MBG Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang, menyebutkan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika menunjukkan perkembangan signifikan setelah satu tahun berjalan.
Ia memaparkan, jumlah penerima manfaat MBG di Mimika saat ini telah mencapai lebih dari 30 ribu peserta didik. Sementara untuk kategori non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, jumlah penerima masih berada di kisaran seribuan.
“Jumlah dapur atau SPPG di sini baru 18 unit. Satu dapur hanya mencakup sekitar 2.500 sampai 3.000 penerima. Karena jumlahnya masih terbatas, belum semua sekolah bisa terlayani,” katanya.
Ke depan, pihaknya bersama Satgas akan melakukan evaluasi dan peninjauan kebutuhan tambahan SPPG di Mimika guna memperluas jangkauan layanan.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG mengacu pada petunjuk teknis yang mewajibkan pelibatan pangan lokal. Hal tersebut telah direalisasikan, di antaranya dengan penggunaan ubi dan papeda dalam operasional perdana pada 8 Januari lalu.
Melalui Satgas yang telah dibentuk, Pemkab Mimika optimis bahwa standar gizi masyarakat akan meningkat secara signifikan, sekaligus menjadi motor penggerak bagi terciptanya masyarakat yang lebih produktif di masa depan.




















