TK Rana Ceria: Membangun Fondasi Emas Anak Papua dengan Hati, Bukan Sekadar Angka
Pada
02 Feb, 2026
TIMIKA, papuamctv.com – Di balik keriuhan Kabupaten Mimika, tepatnya di Jalan Serayu, Komoro Jaya, Distrik Wania, terdapat sebuah oase pendidikan yang telah bertahan hampir dua dekade. TK Rana Ceria, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini, bukan sekadar tempat belajar membaca, melainkan simbol ketangguhan sebuah pengabdian.
Senin (02/02/2026), Roida Terimaita Ompusunggu, S.Pd., Kepala Sekolah TK Rana Ceria, duduk berbagi kisah tentang perjalanan panjang sekolah yang dipimpinnya. Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Fretigo Mimika, sekolah ini telah merajut asa sejak tahun 2008, meski secara administratif tanggal berdirinya tercatat pada 14 November 2014.
Mengingat masa lalu adalah mengenang perjuangan yang tidak mudah. Roida menceritakan bahwa kondisi sekolah yang terlihat saat ini jauh lebih baik dibandingkan awal berdiri.
"Tahun 2008 itu kami hanya punya gubuk. Secara kasat mata sebenarnya belum layak. Kami menampung sekitar 20 anak saat itu, tapi guru-guru tetap semangat meski kondisinya sangat memprihatinkan," kenang Roida.
Keberlanjutan sekolah ini hingga tahun 2026 bukan karena fasilitas mewah, melainkan karena dukungan penuh dari masyarakat asli Papua. Bagi warga sekitar, TK Rana Ceria adalah rumah kedua bagi putra-putri mereka. Bagi Roida, filosofi PAUD adalah tentang "Taman", tempat di mana keceriaan menjadi panglima, bukan tekanan akademik yang kaku.
Di tengah tuntutan zaman di mana banyak orang tua bangga jika anaknya cepat membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) di usia dini, Roida justru memegang teguh prinsip pendidikan yang berbeda. Ia menegaskan bahwa PAUD adalah Taman Kanak-Kanak, sebuah tempat untuk merayakan kebahagiaan.
"Saya kurang setuju dengan penerapan 3M (Membaca, Menulis, Menghitung) sebagai fokus utama. PAUD adalah masa perkembangan motorik, kognitif, dan enam bidang perkembangan anak lainnya. Kita sedang merangsang pertumbuhan mereka. Jangan sampai kita salah meletakkan fondasi karena akan berdampak pada masa dewasa mereka nanti," jelasnya dengan tegas.
Bagi Roida, anak usia 0 hingga 8 tahun berada dalam "Masa Emas". Ia berpesan agar orang dewasa tidak merampas kebahagiaan dunia anak-anak hanya demi hasil akademik instan.
TK Rana Ceria dikenal karena kebijakan "pintu terbuka" yang sangat humanis. Di saat banyak lembaga pendidikan menerapkan syarat administrasi dan biaya di muka, sekolah ini justru menomorduakan anggaran.
- Penerimaan Fleksibel: Sekolah tidak pernah menolak siswa, bahkan yang mendaftar di semester kedua atau menjelang penamatan, selama usianya sesuai.
- Administrasi yang Memudahkan: Kurangnya dokumen seperti Akta Lahir atau Kartu Keluarga (KK) tidak menjadi penghalang anak untuk sekolah. Roida memilih menerima anak terlebih dahulu, baru kemudian mengedukasi orang tua untuk mengurus dokumen tersebut secara perlahan.
- Misi Melayani: "Kalau berbenturan dengan aturan dan panggilan hati, pastilah Rana Ceria tidak berjalan sampai sekarang. Tapi karena ada hati yang terpanggil melayani, itulah yang membuat kami masih ada," ungkap Roida.
Saat ini, TK Rana Ceria mengasuh 33 siswa dengan hanya 2 orang tenaga pengajar. Meski memiliki Alat Permainan Edukasi (APE) yang cukup memadai, mereka masih terkendala ruang kelas. Saat ini, kegiatan belajar mengajar harus menggunakan aula yang disekat-sekat.
Roida juga sempat menyinggung pengalaman pahit terkait kunjungan berbagai pihak yang seringkali hanya mengambil data namun tanpa implementasi nyata. Kendati demikian, ia tetap bersyukur atas dukungan pemerintah melalui Dana BOS yang membantu operasional sekolah.
Sebagai penutup, Roida menyampaikan pesan bijak yang menyentuh:
"Kita orang dewasa jangan merampas kebahagiaan anak itu. Karena memori kebahagiaan di masa kecil akan tersimpan di dalam diri anak selama-lamanya."
Melalui dedikasi di TK Rana Ceria, Roida dan timnya membuktikan bahwa pendidikan bagi anak-anak Papua bukan soal kemewahan fasilitas, melainkan tentang ketulusan dalam menjaga "Masa Emas" mereka agar tidak dirampas oleh ambisi orang dewasa. (HK)




















