Bupati Mimika Johannes Rettob Resmikan dan Tabiskan Gereja GPdI “Holy Spirit”
Pada
17 Mar, 2026
TIMIKA, papuamctv.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, meresmikan sekaligus mentabiskan Gedung Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) “Holy Spirit” sebagai rumah ibadah bagi umat Kristiani di Kabupaten Mimika, Selasa (17/3/2026).
Peresmian dan pentabisan gereja tersebut ditandai dengan doa bersama serta pernyataan resmi dari pemerintah daerah yang menyatakan bahwa bangunan gereja telah dapat digunakan sebagai tempat ibadah dan pelayanan rohani bagi jemaat.
Dalam sambutannya, Johannes Rettob menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jemaat serta masyarakat yang telah bekerja keras hingga gereja tersebut dapat berdiri dengan baik. Ia menilai pembangunan rumah ibadah itu merupakan hasil dari kebersamaan, semangat gotong royong, serta kerja keras masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan kita membangun Kabupaten Mimika. Gereja ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan iman umat Kristiani serta mempererat hubungan antara gereja, masyarakat, dan pemerintah,” ujarnya.
Bupati juga mengungkapkan kekagumannya terhadap jemaat yang tetap bersemangat membangun rumah ibadah meskipun berada di wilayah yang sulit dijangkau. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kehidupan beriman di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga menanyakan secara langsung kepada jemaat terkait dukungan pemerintah dalam pembangunan gereja serta kebutuhan lain yang masih perlu diperhatikan. Hal ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan sarana keagamaan di Mimika.
Johannes Rettob turut memberikan apresiasi kepada para pendeta, tokoh gereja, serta keluarga jemaat yang telah berkontribusi hingga gedung gereja dapat diresmikan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya meresmikan dan mentabiskan Gedung Gereja GPdI ‘Holy Spirit’ ini agar dapat dipakai sebagai tempat umat berkumpul, berdoa, memuji Tuhan, serta membangun iman dan kebersamaan,” katanya.
Ia berharap keberadaan gereja tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan rohani, pembentukan karakter, serta wadah mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga persatuan serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun daerah, sehingga kehidupan sosial dan spiritual masyarakat dapat berkembang secara harmonis.
Acara peresmian dan pentabisan berlangsung penuh sukacita dan dihadiri para pendeta, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat yang turut merayakan momen bersejarah bagi Gereja GPdI “Holy Spirit”.




















