Musrenbang Mimika Baru: Asisten I Tegaskan Jangan Ada Lagi "Perencanaan dari Bawah, Eksekusi dari Atas"
TIMIKA, papuamctv.com – Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Distrik Mimika Baru (Miru) di Ballroom Hotel Kangguru, Timika, Kamis (05/03/2026).
Dalam arahannya, Ananias
menekankan pentingnya sinkronisasi nyata antara usulan masyarakat dengan
realisasi program pemerintah. Ia secara tegas menyoroti fenomena ketimpangan
perencanaan yang selama ini sering dirasakan warga.
1. Sinkronisasi dan Skala
Prioritas
Ananias meminta agar musrenbang
tidak sekadar menjadi seremonial tahunan. Ia berharap usulan yang lahir dari
tingkat kampung dan kelurahan benar-benar murni aspirasi warga, bukan hasil
kesepakatan segelintir orang.
"Hilangkan stigma bahwa
perencanaan dari bawah, tapi yang melaksanakan program dari atas. Ini
menunjukkan tidak ada sinkronisasi. Saya minta BAPPEDA memperhatikan setiap
usulan, terutama pada tiga pilar utama: infrastruktur, ekonomi, dan
pemberdayaan masyarakat," tegasnya.
2. Fokus Penanganan Banjir dan
Drainase
Sebagai mantan Kepala Distrik
Mimika Baru, Ananias membedah persoalan klasik di wilayah perkotaan, yakni
drainase. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk lebih proaktif memetakan
titik rawan banjir sebelum musim hujan tiba.
Ia juga menyentil perilaku oknum
masyarakat yang menghambat pembangunan dengan membangun rumah di atas saluran
air atau mengubah fungsi IMB. "Jangan sampai hujan dan banjir datang, baru
kita saling menyalahkan. Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan RT sangat
krusial agar pembangunan drainase tidak terhambat tantangan sosial di
lapangan," tambahnya.
3. Reformasi Tata Kelola RT
dan Sampah
Isu lingkungan juga menjadi
sorotan tajam. Seiring dengan telah di-launching-nya program Bank Sampah
oleh pimpinan daerah, Ananias mengajak seluruh warga untuk melihat sampah
sebagai peluang ekonomi sekaligus menjaga estetika kota.
Selain itu, ia memberikan
peringatan keras terkait tata kelola administrasi di tingkat bawah:
- SK Ketua RT: Ananias meluruskan bahwa
pengangkatan RT melalui SK Bupati dengan masa jabatan tertentu adalah
kekeliruan administratif yang akan dibenahi melalui Peraturan Bupati
terbaru.
- Pemilihan Demokratis: RT harus dipilih oleh
warga, bukan asal tunjuk karena kepentingan tertentu.
- Fungsi Pelayanan: "Kalau hanya jadi RT untuk duduk dan terima honor saja, lebih baik tidak usah. RT dan Lurah harus mampu menyelesaikan masalah sepele di tingkat bawah sehingga tidak perlu semua urusan bermuara di Distrik atau Kabupaten," cetusnya.
4. Menuju Kota yang Tertata
Mengakhiri sambutannya, Ananias
mengingatkan bahwa tantangan di Distrik Mimika Baru sangat kompleks, mulai dari
masalah lahan hingga aksi demonstrasi yang dipicu masalah kecil. Ia berharap
kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan tokoh masyarakat dapat menciptakan
inovasi baru yang sejalan dengan visi misi pimpinan daerah.
"Kita ingin wilayah kota ini
ditata dengan baik. Jalan sudah banyak yang aspal, sekarang tinggal bagaimana
kita mengelola mentalitas dan koordinasi agar pembangunan ini dirasakan
manfaatnya oleh seluruh masyarakat," pungkasnya.





















