Gema Paskah di Bumi Amungsa: Ribuan Warga Mimika Rayakan Persatuan dalam Parade Oikumene
TIMIKA, papuamctv.com – Semangat kebersamaan dan sukacita keagamaan menyelimuti Lapangan Eme Neme Yauware, Timika, pada Selasa (07/04/2026). Ribuan umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM) tumpah ruah mengikuti Parade Paskah Oikumene, sebuah gelaran yang tidak hanya menjadi seremoni iman, tetapi juga panggung penguatan toleransi lintas agama di Kabupaten Mimika.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang hadir langsung membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa esensi Paskah melampaui rutinitas tahunan. Menurutnya, peringatan kebangkitan Yesus Kristus adalah momentum krusial bagi umat untuk melakukan refleksi mendalam mengenai pengorbanan dan harapan.
"Kebangkitan Yesus Kristus adalah simbol kemenangan atas dosa dan menderitaan. Ini adalah sumber harapan bagi kita semua bahwa dalam setiap pergumulan hidup, selalu ada terang dan jalan keluar yang Tuhan sediakan," ujar Bupati Rettob di hadapan massa yang memadati lokasi.
Pemandangan unik terlihat di sepanjang rute parade, di mana partisipasi tidak hanya datang dari kalangan internal gereja, tetapi juga melibatkan unsur masyarakat lintas agama. Fenomena ini, menurut Bupati, merupakan bukti otentik bahwa nilai toleransi di Mimika tetap terjaga di tengah heterogenitas suku dan budaya.
Ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Mimika adalah kekuatan utama daerah, bukan pemecah belah. "Parade ini adalah bentuk nyata kebersamaan kita. Di tengah perbedaan, keharmonisan harus menjadi fondasi utama yang kita jaga bersama," tegasnya.
Selain memberikan apresiasi tinggi kepada panitia PGGM, Pemerintah Kabupaten Mimika juga memberikan atensi khusus kepada generasi muda. Bupati mengimbau agar para pemuda menjaga etika selama parade berlangsung dan tidak mudah terpengaruh oleh provokasi negatif yang dapat merusak suasana damai.
Selama kegiatan, peserta tampak antusias menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari atribut simbolis iman hingga tarian rohani yang memukau. Koordinasi ketat antara panitia dan aparat keamanan memastikan arus lalu lintas dan rute parade tetap tertib hingga akhir acara.
Menutup rangkaian sambutannya, Johannes Rettob mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meneladani sifat kasih dan kesabaran Kristus dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap semangat Paskah dapat bertransformasi menjadi energi positif dalam membangun daerah.
"Jika kita mampu hidup dalam kedamaian dan saling menghargai, maka Mimika akan menjadi rumah yang nyaman bagi siapa saja. Mari kita bangun Bumi Amungsa yang aman dan sejahtera," pungkasnya.
Parade ditutup dengan puji-pujian yang menggema di seluruh area lapangan, menandai keberhasilan acara yang kini menjadi simbol persatuan dan wajah ramah Kabupaten Mimika di mata publik.













































