Negara Hadir di Pesisir: Ketua DPRK Mimika Apresiasi Peresmian Koperasi Merah Putih di Atuka
ATUKA, papuamctv.com –
Semangat baru menyelimuti warga Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah. Kehadiran
negara yang menyentuh langsung wilayah pesisir melalui peresmian Koperasi Merah
Putih oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia menjadi tonggak sejarah bagi
peningkatan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau, menyampaikan apresiasi
mendalam kepada pemerintah pusat dan daerah atas pemilihan lokasi yang dinilai
sangat strategis bagi masyarakat pesisir.
"Saya berterima kasih kepada negara melalui kementerian yang turun langsung ke pesisir. Terima kasih juga kepada Bapak Bupati dan Gubernur yang telah memilih Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, sebagai pusat kegiatan ini. Ini adalah hal luar biasa yang jarang terjadi di Papua," ujar Primus saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Meski menyambut baik, Primus
memberikan catatan kritis terkait keberlanjutan koperasi. Berkaca pada fenomena
ribuan koperasi di Kota Timika yang sempat tumbuh namun kemudian "mati
suri", ia menekankan pentingnya pendampingan intensif bagi pengurus.
Ia menyoroti bahwa manajemen
Koperasi Merah Putih diisi oleh talenta muda lokal. Meski memiliki semangat dan
latar belakang pendidikan yang cukup, mereka dinilai masih memerlukan bimbingan
manajerial yang teknis dan berkelanjutan.
"Harapan saya, koperasi ini
jangan sampai hanya ramai di awal tapi akhirnya tidak beroperasi dengan baik.
Pengurusnya adalah anak-anak muda lokal. Pengetahuan mereka tentang bisnis
koperasi mungkin masih minim, maka pendampingan dari Dinas Koperasi dan pihak
terkait adalah kunci," tegasnya.
Membangun ekosistem bisnis di
tengah masyarakat yang masih memegang teguh tradisi memerlukan pendekatan
khusus. Primus meminta masyarakat Mimika Tengah untuk berperan aktif mendukung
aktivitas jual-beli di koperasi tersebut demi kemandirian ekonomi rumah tangga.
Terkait tantangan maintenance
bisnis dan pola pikir (mindset), Primus meyakini bahwa keterlibatan
organisasi pemuda dan perempuan sangat krusial. Namun, ia menegaskan bahwa
transfer ilmu harus dilakukan secara tuntas hingga masyarakat lokal benar-benar
mandiri.
"Orang luar atau tenaga ahli silakan mendampingi, tetapi setelah mereka (anak-anak Papua) paham dan tahu cara mengelolanya, berikan tanggung jawab sepenuhnya kepada mereka. Kita ingin melihat anak-anak di sini mengelola masa depan ekonominya sendiri," tambah Primus.
Ketua DPRK berharap model
pendampingan yang diterapkan di Kampung Atuka dapat menjadi percontohan bagi
kampung-kampung lain di Kabupaten Mimika. Baginya, kehadiran Menteri untuk
meresmikan langsung koperasi di wilayah terpencil adalah bukti nyata bahwa negara
benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat paling bawah.
"Ini bukan sekadar
seremonial. Ini adalah upaya mencukupi kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir
secara berkelanjutan. Kami di DPR akan terus mengawal agar dukungan fasilitas
dari pemerintah sejalan dengan perubahan manajemen yang lebih profesional di
tingkat akar rumput," tutupnya.













































