Pemkab Mimika Gerak Cepat Tangani Longsor Tembagapura, Salurkan Bantuan dan Percepat Pemulihan Akses


TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan respon cepat terhadap musibah tanah longsor yang menerjang Distrik Tembagapura pada Senin (27/4/2026). Bencana tersebut mengakibatkan terputusnya ruas jalan vital yang menghubungkan wilayah Tembagapura, Banti, dan Kimbeli.

Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, menyatakan bahwa langkah koordinatif lintas instansi telah dilakukan sejak informasi diterima. Pada Selasa pagi (28/4/2026), tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD)—yaitu BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Ketahanan Pangan—langsung bergerak menuju lokasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, melalui Asisten 1 Setda Mimika, Ananias Faot. Dalam aksinya, tim pemerintah bersinergi dengan Tim Respon Cepat dari PT Freeport Indonesia.

Adapun rincian bantuan logistik yang disalurkan bagi masyarakat terdampak meliputi:

1. Bahan Pangan: 40 karton mie instan, 4 karton gula pasir, 25 karung beras (ukuran 20 kg), 2 karton          susu manis, dan 2 karton sarden.

2. Perlengkapan Kebersihan & Bayi: 25 bungkus sabun cuci dan 100 dos pampers.
    Kebutuhan Darurat: 25 buah tikar, 5 kotak lilin, serta 20 buah terpal.

"Hingga saat ini, kami bersyukur tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Fokus utama kami sekarang adalah pemenuhan kebutuhan dasar warga dan percepatan pembersihan material," ujar Agustina Rahaded.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah pegunungan. Hal ini mengakibatkan pengikisan pada tanggul jalan sehingga struktur penahan tanah melemah secara drastis.

“Curah hujan cukup tinggi sehingga tanggul di sisi jalan tidak mampu menahan tanah. Dampaknya jalan ikut tergerus dan saat ini belum bisa dilalui kendaraan karena material longsor masih menutup badan jalan,” jelas Bupati Rettob.

Meskipun akses kendaraan lumpuh total, jalur tersebut dilaporkan masih bisa dilalui oleh pejalan kaki dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Pemerintah memberikan perhatian khusus mengingat jalur ini merupakan akses utama rujukan medis dari Rumah Sakit Banti menuju Tembagapura hingga Timika.

Untuk mempercepat normalisasi akses, Pemerintah Kabupaten Mimika telah berkoordinasi intensif dengan PT Freeport Indonesia. Upaya pembukaan jalan telah diupayakan sejak sehari pasca kejadian (Senin).

Selain bantuan alat berat, tim dari BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah diterjunkan untuk memantau stabilitas tanah di lokasi kejadian guna memastikan proses perbaikan berjalan optimal dan aman.

Pemerintah menargetkan perbaikan jalan rampung dalam waktu dekat, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan tidak terjadi hujan susulan yang berpotensi memicu longsor lanjutan. Diharapkan dengan pulihnya akses transportasi ini, pelayanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Distrik Tembagapura dapat segera kembali normal.

Postingan Terbaru