Perkuat Solidaritas dan Pelestarian Budaya, Pengurus PKST Timika Periode 2025–2028 Resmi Dilantik

 


TIMIKA, papuamctv.com – Semangat kebersamaan masyarakat asal Kampung Sowek, Supiori, yang menetap di Kabupaten Mimika memasuki babak baru. Bertempat di Gedung Serbaguna Aidoram Byak, SP 2 Timika, pada Minggu (26/04/2026), dilaksanakan pelantikan pengurus Persekutuan Keluarga Sowek Timika (PKST) untuk masa bakti 2025–2028.


Momentum sakral ini dirangkaikan dengan Ibadah Binfora serta peringatan HUT ke-118 Pengabaran Injil di Maudori, Supiori. Perpaduan acara ini menegaskan komitmen warga Sowek untuk tetap memegang teguh nilai-nilai spiritualitas di tengah dinamika perkotaan.


Ketua PKST terpilih, Imanuel Kafiar, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ikatan Keluarga Mun Supiori (IKMS) yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini. Menurutnya, PKST bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan pilar penting dalam menopang kerja-kerja besar IKMS dan Binfora di Mimika.


"Sowek memiliki kontribusi besar dalam sejarah pengabaran Injil. Ke depan, kami akan terus memperkuat kerja sama dengan IKMS maupun Binfora untuk membangun persatuan keluarga besar di Kota Timika," ujar Imanuel.


Meski merupakan lingkup organisasi yang lebih kecil di bawah naungan IKMS, PKST memiliki basis massa yang cukup besar, mencapai lebih dari 300 Kepala Keluarga (KK). Program kerja PKST akan difokuskan pada:


  • Pembangunan Kerohanian: Mengintensifkan ibadah keluarga hingga empat kali seminggu untuk menumbuhkan iman dan rasa kekeluargaan.
  • Aksi Pelopor Kebersihan: Meluncurkan program olahraga bersama yang dipadukan dengan aksi bersih-bersih jalan di Timika sebagai solusi konkret dalam menangani masalah sampah.
  • Keteladanan Sosial: Menjadi contoh bagi kampung-kampung lain dalam hal disiplin organisasi dan kepedulian lingkungan.

Di sisi budaya, Imanuel menekankan pentingnya menjaga identitas suku Biak-Supiori, terutama dalam tata cara adat seperti prosesi mas kawin (Ararem). PKST berkomitmen untuk membantu warga yang membutuhkan dukungan dalam urusan adat, sekaligus mengedukasi generasi muda agar nilai-nilai leluhur tidak luntur.


Namun, Imanuel juga memberikan catatan kritis terhadap tantangan sosial di Timika, khususnya dampak buruk minuman keras (miras) yang kerap menjadi pemicu KDRT, kecelakaan lalu lintas, hingga tindakan kriminal.


"Tugas kami di tingkat keret (marga) dan kampung adalah terus mengingatkan anak muda. Ini soal kontrol diri. Jangan sampai pilihan pribadi mengganggu ketertiban umum dan menghancurkan masa depan keluarga," tegasnya.


Pelantikan ini diharapkan menjadi titik balik bagi keluarga besar Sowek di Timika untuk semakin solid, mandiri, dan berdampak positif bagi masyarakat luas di Bumi Amungsa. (HK)

 

Postingan Terbaru