Dekatkan Akses Kesehatan, Dinkes Mimika Perkuat Program Pusjaki dan Kunjungan Keluarga Sehat

 


TIMIKA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus berupaya memutus hambatan geografis dalam pelayanan medis melalui penguatan program inovatif. Bertempat di Ballroom Hotel Horison Diana, Jumat (15/05/2026), Dinkes Mimika menggelar pertemuan pembekalan untuk program Puskesmas Jalan Kaki (Pusjaki) yang dirangkaikan dengan program Kunjungan Keluarga Sehat (Kakak Sehat).

Pertemuan strategis ini melibatkan perwakilan dari 26 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mimika, mulai dari kawasan pesisir, pegunungan, hingga wilayah perkotaan. Agenda ini menjadi momentum penting bagi tenaga kesehatan (Nakes) untuk menyelaraskan langkah dalam menghadirkan pelayanan jemput bola bagi masyarakat.

Program Pusjaki menjadi jawaban atas tantangan geografis Mimika yang ekstrem. Berbeda dengan pelayanan konvensional di mana pasien mendatangi fasilitas kesehatan, melalui Pusjaki, tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, sanitarian, hingga tenaga kesehatan lainnya justru berjalan kaki menyambangi pemukiman warga di pedalaman dan pesisir.

Langkah ini diambil guna memastikan kehadiran negara di setiap sendi kehidupan masyarakat, sejalan dengan misi Bupati Mimika untuk membangun daerah mulai dari pinggiran atau kampung. Pelayanan ini tidak hanya menyasar warga yang sakit, tetapi juga melakukan pendekatan preventif kepada warga sehat agar tetap mempertahankan gaya hidup sehat.

Dalam pelaksanaannya, tim Pusjaki membawa paket pelayanan kesehatan yang lengkap. Selain pemeriksaan fisik rutin, petugas juga melakukan:

  • Skrining Penyakit Menular: Pendeteksian dini kasus seperti Tuberkulosis (TBC).
  • Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM): Pengambilan sampel darah untuk mengecek kadar gula darah (Diabetes Melitus), hipertensi, kolesterol, dan asam urat.
  • Layanan Imunisasi: Memastikan cakupan imunisasi anak di daerah terpencil tetap terpenuhi.
  • Edukasi Kesehatan: Memberikan pemahaman langsung mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Jika dalam kunjungan lapangan ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, petugas akan segera melakukan proses rujukan, baik ke Puskesmas induk maupun langsung ke Rumah Sakit.

Lebih dari sekadar pengobatan, program Pusjaki dan Kakak Sehat bertujuan untuk menghasilkan dokumen situasi kesehatan yang akurat. Dengan memetakan masalah kesehatan langsung dari rumah ke rumah, Puskesmas diharapkan memiliki gambaran nyata mengenai kasus dominan di wilayah kerja masing-masing.

Data yang terkumpul nantinya akan menjadi fondasi utama bagi Pemerintah Daerah dalam menentukan intervensi program dan alokasi pendanaan. Dengan demikian, kebijakan kesehatan di masa depan tidak lagi bersifat raba-raba, melainkan tepat sasaran berdasarkan data lapangan yang valid.

Meski kendala alam seperti cuaca ekstrem, gelombang tinggi di pesisir, serta medan pegunungan yang terjal sering menjadi penghambat, Dinkes Mimika menegaskan bahwa mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hak asasi setiap warga.

Melalui pertemuan ini, seluruh tenaga kesehatan diharapkan dapat melayani dengan sepenuh hati dan menganggap masyarakat sebagai bagian dari keluarga. Semangat "jemput bola" ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terkendala akses biaya maupun jarak, sekaligus mengurangi penumpukan antrean pasien di fasilitas kesehatan perkotaan.

 

Postingan Terbaru