Geliat Ekonomi OAP di CFD Timika: Kamelia Beder Ajak Pemuda Papua Buang Gengsi dan Tangkap Peluang Bisnis
TIMIKA, papuamctv.com – Gelaran Car
Free Day (CFD) yang diinisiasi oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia
(KORMI) di Jalan Cenderawasih, Timika, kini tidak sekadar menjadi ajang
olahraga dan rekreasi warga. Lebih dari itu, momentum Sabtu pagi ini telah
bertransformasi menjadi keran ekonomi yang menjanjikan, khususnya bagi Orang
Asli Papua (OAP) yang berani terjun di dunia UMKM.
Salah satu sosok yang konsisten
memanfaatkan peluang ini adalah Kamelia Beder. Perempuan asli Papua yang juga
menjabat sebagai Ketua Koordinator Bidang UMKM pada Himpunan Asosiasi Pengusaha
Amungme dan Kamoro (HAPAK) ini, membuktikan bahwa komitmen dan kemauan keras
mampu menghasilkan pendapatan yang signifikan.
Setiap Sabtu pagi, lapak Kamelia
menjadi jujukan warga usai berolahraga. Ia menjajakan panganan lokal yang sehat
dan rendah kalori, mulai dari ubi, keladi, hingga telur rebus. Menariknya,
bahan baku tersebut ia ambil langsung dari Mama-Mama Papua dan kios ketahanan
pangan setempat guna menjaga rantai ekonomi kerakyatan.
"Pemasukan dalam sehari di
CFD ini bisa mencapai Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000. Ini peluang besar yang
seharusnya bisa dilirik oleh teman-teman lain, terutama yang belum memiliki
pekerjaan tetap seperti ASN," ujar Kamelia saat ditemui di sela kesibukannya,
Sabtu (09/05/2026).
Kamelia menyayangkan masih
minimnya partisipasi OAP di sepanjang jalur bisnis strategis ini.
"Sepanjang jalan ini, mungkin hanya saya atau segelintir saja OAP yang
berjualan. Saya mengajak anak-anak muda Papua, jangan malu, jangan gengsi.
Kalau bisa dapat ratusan ribu hingga jutaan rupiah dalam beberapa jam saja,
kenapa tidak?" tegasnya.
Sebagai bagian dari pengurus
HAPAK, Kamelia menjelaskan bahwa asosiasi terus berupaya mendorong kemandirian
pengusaha lokal. Sejak akhir 2024, HAPAK telah bersinergi dengan Dinas Koperasi
untuk melakukan pendataan UMKM milik OAP agar mendapatkan pembinaan yang tepat
sasaran.
Terkait syarat bergabung, Kamelia
menekankan bahwa HAPAK mencari figur yang sudah memiliki niat dan usaha yang
sudah berjalan, meski masih dalam skala kecil.
"Kami melihat mereka yang
sudah berdiri 'setengah jalan'. Artinya, punya kemauan kuat dan sudah mulai
beraksi, bukan datang dengan tangan kosong. Di situ HAPAK masuk untuk mendorong
dan memberi dukungan," jelasnya.
Kamelia berharap Pemerintah
Daerah melalui dinas terkait dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anak
asli Amungme dan Kamoro yang berjuang di tanah mereka sendiri. Ia menekankan
pentingnya program pemberdayaan yang melibatkan asosiasi seperti HAPAK agar
tepat guna.
Di balik kesuksesannya berdiri
mandiri, Kamelia tidak melupakan dukungan dari berbagai pihak yang menjadi
pilar kekuatannya selama ini. Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas
sinergi yang terjalin, baik dari lingkungan sosial maupun birokrasi.
"Terima kasih banyak pertama
untuk Tuhan Yang Maha Kuasa, yang kedua orang tua, keluarga, serta teman-teman
dekat yang selalu memberi dukungan. Saya juga berterima kasih kepada
teman-teman dari dinas dan rekan-rekan ASN yang terus memberikan support
agar kita tetap maju berdiri," ungkapnya dengan tulus.
Secara khusus, ia memberikan
apresiasi tinggi kepada wadah tempatnya bernaung. "Terima kasih untuk
HAPAK karena selalu mendorong kami. Bagi saya, jatuh bangun dalam usaha itu
biasa, asal jangan sampai jatuh lalu tidak bangun lagi," imbuhnya.
Menutup perbincangannya, Kamelia
berpesan bahwa pendidikan tinggi harus dibarengi dengan keberanian bersaing dan
kemauan untuk belajar dari pengalaman hidup. Ia berharap Pemerintah Daerah
melalui dinas terkait dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anak asli
Amungme dan Kamoro yang berjuang di tanah mereka sendiri.
"Pendidikan boleh tinggi,
tapi kalau kita tidak mau bersaing dan masih gengsi, kita tidak akan maju.
Pengalaman hidup adalah guru yang paling kuat. Kita bertanggung jawab atas diri
kita sendiri; kalau bukan kita, siapa lagi?" tuturnya menutup pembicaraan.
Melalui konsistensi di CFD KORMI,
Kamelia Beder tidak hanya mencari keuntungan materi, tetapi juga sedang
mengirimkan pesan kuat: bahwa di atas tanah sendiri, peluang ekonomi terbuka
lebar bagi siapa saja yang mau membuang gengsi dan mulai melangkah.
"Salam Sukses!"
tutupnya penuh semangat. _ TR











