Pemkab Mimika Bersama Kemenkes, USAID, PTFI, dan WVI Susun Strategi Penurunan Stunting 2027
Pada
07 Mei, 2026
MIMIKA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika memasuki babak baru melalui penguatan kolaborasi strategis lintas sektor. Pada Kamis (7/5/2026), Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Workshop Policy Brief dan Baseline Program PASTI-Papua (Program Asuhan Stunting Terintegrasi di Papua).
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI, USAID, PT Freeport Indonesia (PTFI), dan Wahana Visi Indonesia (WVI) ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si, yang hadir mewakili Bupati Mimika.
Dalam sambutannya, Drs. Ananias Faot menekankan bahwa kunci keberhasilan penanganan stunting terletak pada validitas data dan sinkronisasi kebijakan. Workshop ini difokuskan pada evaluasi 8 Aksi Konvergensi Stunting serta penyusunan rencana kerja untuk tahun 2027.
"Melalui program PASTI-Papua, kita berupaya memastikan bahwa kebijakan intervensi, baik yang bersifat spesifik (kesehatan) maupun sensitif (lingkungan/sosial), benar-benar terarah dan berkelanjutan. Kita harus menyelaraskan antara realita di lapangan dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten," ujar Ananias Faot.
Program PASTI-Papua yang didanai oleh USAID dan PT Freeport Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten hingga ke tingkat kampung.
Kabupaten Mimika menjadi wilayah yang sangat strategis dalam program ini. Berdasarkan data terbaru, Mimika tercatat memiliki persentase Pasangan Usia Subur (PUS) aktif tertinggi di Provinsi Papua. Hal ini menjadikan intervensi dini dan edukasi terhadap calon orang tua serta ibu hamil menjadi prioritas utama guna mencegah lahirnya kasus stunting baru.
Workshop ini menghasilkan beberapa poin penting terkait Policy Brief dan Baseline data yang akan menjadi fondasi rencana kerja tahun 2027, di antaranya:
Penguatan Kapasitas TPPS: Memberdayakan tim di tingkat akar rumput agar mampu mengeksekusi program intervensi secara mandiri dan tepat sasaran.
Akurasi Data Intervensi: Mengintegrasikan data lapangan ke dalam sistem pelaporan pemerintah untuk menghindari tumpang tindih program.
Kemitraan Publik-Swasta: Mengoptimalkan peran sektor swasta seperti PT Freeport Indonesia dalam mendukung infrastruktur kesehatan dan nutrisi masyarakat.
Kolaborasi ini bukan sekadar mengejar angka penurunan statistik, melainkan sebuah investasi kemanusiaan. Dengan tersusunnya Policy Brief yang komprehensif, Pemkab Mimika optimistis mampu menciptakan perubahan nyata pada kualitas hidup anak-anak di Mimika.
Wahana Visi Indonesia (WVI) sebagai mitra pelaksana bersama Kemenkes RI akan terus mendampingi proses implementasi di lapangan agar setiap langkah intervensi pada rencana kerja 2027 memiliki dampak yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kehadiran semua pihak hari ini, mulai dari pemerintah pusat, mitra pembangunan internasional, hingga sektor swasta, menunjukkan bahwa stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Hasil dari workshop ini akan menjadi peta jalan (roadmap) bagi kita untuk mewujudkan Mimika Zero Stunting," tutup Asisten I.












