Tawa di Ujung Dermaga: Merawat Bahasa Ibu Bersama Generasi Pesisir Mimika
IPAYA, MIMIKA – Matahari
baru saja tergelincir ke ufuk barat, membiaskan warna jingga di sepanjang muara Distrik Amar dan Kampung Ipaya. Di bawah rindangnya pepohonan pesisir, riuh rendah tawa
anak-anak pecah saat mereka menyambut kedatangan rombongan Tim Penggerak
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika, Senin
(11/05/2026).
Kunjungan kerja yang dijadwalkan
berlangsung hingga 13 Mei ini bukan sekadar seremoni birokrasi. Bagi Ketua TP
PKK Mimika, Ny. Susana S. Herawati Rettob, dan Wakil Ketua, Ny.
Periana Kula Kemong, perjalanan menembus ombak menuju Distrik Amar adalah
misi untuk menyentuh langsung denyut nadi generasi penerus di akar rumput.
Pemandangan menyentuh terlihat
saat Ny. Susana duduk bersila di tengah lingkaran anak-anak berpakaian lusuh
namun bermata binar. Tanpa sekat, ia justru memposisikan dirinya sebagai
"murid", sementara anak-anak asli Kamoro itu menjadi gurunya.
![]() |
| Dok. Saat Ny. Susi Rettob dan Ny, Periana Kemong bercengkrama dengan anak-anak kampung Ipaya saat sore hari menjelang. Selasa (12/05/2026). Foto : Titin |
Dengan sabar, anak-anak tersebut
mengajari sang Ketua PKK kosakata dasar bahasa Kamoro. Gelak tawa sesekali
pecah saat pelafalan kata belum terdengar sempurna, menciptakan suasana
kekeluargaan yang begitu kental di tengah semilir angin laut.
"Melihat mereka tertawa saat
saya mencoba mengeja bahasa daerah adalah kebahagiaan yang murni. Bahasa bukan
sekadar alat komunikasi, tapi jati diri yang tidak boleh luntur oleh
zaman," ujar Ny. Susana di sela-sela kegiatannya.
Kegelisahan akan tergerusnya
identitas lokal menjadi motor penggerak bagi TP PKK dalam kunjungan kali ini.
Ny. Susana dan Ny. Periana secara tegas menitipkan harapan agar sekolah-sekolah
dan dinas terkait mulai mengintegrasikan bahasa daerah Kamoro dan Amungme
ke dalam kurikulum muatan lokal secara serius.
Tak hanya soal literasi budaya,
perhatian juga tertuju pada fisik dan mental anak-anak kampung. Mendengar
cerita tentang hobi bermain bola dengan peralatan seadanya, Ketua TP PKK
mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga untuk lebih proaktif mendistribusikan sarana
olahraga seperti bola kaki dan bola voli ke pelosok kampung.
- Harapan Besar: Agar minat dan bakat anak
pesisir tidak terkubur sepi, melainkan menjadi hiburan sehat sekaligus
jalan prestasi.
- Komitmen: TP PKK berjanji akan terus
mengawal agar aspirasi dari ujung dermaga ini sampai ke meja pengambil
kebijakan.
Seiring berakhirnya hari pertama
kunjungan, kehadiran kedua tokoh perempuan ini meninggalkan kesan mendalam bagi
warga Ipaya. Mereka tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga membawa
pengakuan bahwa anak-anak di pesisir terjauh sekalipun memiliki hak yang sama
untuk bermimpi dan tetap bangga pada bahasa ibunya.
Di tanah Mimika, di mana ombak
bertemu dengan rimbunnya bakau, sebuah janji pelestarian sedang dirajut—satu
kata bahasa daerah pada satu waktu. _HK

















