Teladani Pola Hidup Sehat, Dinkes Mimika "Sapu Bersih" Jalur Protokol Timika Mall hingga Nawaripi


TIMIKA — Sadar bahwa kesehatan masyarakat tidak lepas dari faktor lingkungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menginisiasi aksi nyata di lapangan. Mengambil momentum akhir pekan, seluruh jajaran Dinkes Mimika turun ke jalan untuk melakukan aksi pungut sampah dan pembersihan area strategis kota, mulai dari area depan Timika Mall hingga kawasan Nawaripi pada Jumat (22/05/2026).

Aksi "Jumat Bersih" ini dikomandoi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, bersama Sekretaris Dinas, Sisma HL, serta melibatkan partisipasi aktif dari seluruh staf dan pegawai vertikal Dinkes Mimika.

Melampaui Tugas Pokok Demi Integritas Lingkungan

Di sela-sela kegiatan, Kepala Dinkes Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar formalitas menjalankan kewajiban. Lebih dari itu, aksi ini menjadi cerminan dari soliditas dan komitmen kolektif seluruh pegawai Dinkes. Ia menambahkan, kendati ranah kerja utama mereka berfokus pada pelayanan medis, aspek kebersihan lingkungan tetap menjadi hulu dari kesehatan itu sendiri.

"Gaya hidup sehat dan lingkungan yang asri adalah dua variabel yang tidak bisa dipisahkan. Mustahil mewujudkan masyarakat yang sehat di atas lingkungan yang kotor. Lewat aksi hari ini, kami ingin memberikan stimulus dan contoh nyata bagi publik," tutur Godfried.


Gerakan masif ini juga menjadi bentuk kepatuhan instansi terhadap instruksi Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemkab Mimika untuk merutinkan agenda Jumat Bersih.

Menularkan Virus "Gotong Royong" ke Tingkat Akar Rumput

Pembersihan yang berfokus pada jalur-jalur protokol ini dirancang untuk memicu kesadaran warga Timika. Dinkes Mimika berharap, pemandangan para abdi negara yang mengotori tangan demi kebersihan kota dapat memantik kepedulian yang sama di hati masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Sisma HL, menggarisbawahi bahwa tata kelola kebersihan kota tidak akan pernah maksimal jika hanya mengandalkan tangan pemerintah. Perlu ada kerja sama taktis dari seluruh elemen warga.

· Sinergi Publik: Membangun kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan cuma urusan dinas terkait.

· Gerakan RT/RW: Mendorong agar esensi Jumat Bersih ini diadopsi oleh pengurus RT dan RW menjadi agenda gotong royong lokal.

· Kemandirian Lingkungan: Menciptakan lingkungan yang terawat secara swadaya, konsisten, dan memiliki dampak jangka panjang.

Aksi yang berlangsung humanis dan penuh kebersamaan ini diakhiri dengan pengangkutan seluruh sisa sampah di sepanjang rute operasional. Selain mengembalikan wajah kota Timika yang asri dan estetis, normalisasi ini sekaligus memastikan saluran air (drainase) bebas dari sumbatan sampah yang kerap menjadi pemicu banjir genangan dan sarang penyakit.

Postingan Terbaru