Tingkatkan Mutu Layanan Medis, RSUD Mimika Gelar Pelatihan Perawatan Luka Modern Perdana Berbasis Kompetensi



TIMIKA, papuamctv.com – Dalam upaya mentransformasi kualitas pelayanan kesehatan dan akselerasi kompetensi tenaga medis, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika secara perdana menyelenggarakan In-House Training Perawatan Luka Modern (Modern Wound Care Management). Kegiatan krusial yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (19/5) hingga Kamis (21/5), menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) keperawatan di lingkungan rumah sakit tersebut.


Direktur RSUD Kabupaten Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, M.P.H., saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (22/5/2026), menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan tonggak sejarah baru (pionir) dalam kedokteran klinis praktis di Kabupaten Mimika.


"Sejak saya menjabat sebagai Direktur pada Maret lalu, setelah dilakukan evaluasi, ini adalah momentum pertama kalinya pelatihan manajemen perawatan luka modern bersertifikasi diadakan di Kabupaten Mimika, khususnya di RSUD," ujar dr. Faustina.


Selain aspek pembaruan keilmuan medis, dr. Faustina menekankan pentingnya adopsi nilai-nilai humanis dalam pelayanan kesehatan, selaras dengan visi kepala daerah.


"Pertama, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan daerah, dalam hal ini Bapak Bupati, yang senantiasa mengarahkan tenaga kesehatan agar memberikan pelayanan dengan hati, senyum, dan sapa," ungkap dr. Faustina.


Prinsip ini, lanjut Direktur, selalu ditekankan secara konsisten kepada seluruh jajaran staf dalam setiap pelaksanaan apel pagi.


"Pasien datang dalam kondisi sakit. Kita tidak boleh hanya berpikir bahwa obat adalah satu-satunya sarana penyembuhan. Senyuman yang tulus dan sapaan yang hangat dari ramahnya tenaga medis mentransfer energi positif yang luar biasa. Secara psikologis dan klinis, aspek caring ini memicu proses pemulihan (healing) yang esensial. Jangan sampai pasien yang sedang menahan sakit justru dihadapkan dengan wajah cemberut. Kita harus menerapkan ini, bukan sekadar menjadikannya jargon," tegasnya.


Dok. Pelatihan Perawatan Luka Modern RSUD Kab. Mimika, Selasa(19/05) hingga Kamis(21/05). Foto : Istimewa


Untuk mengukur efektivitas dan mutu pelayanan tersebut secara objektif, RSUD Mimika kini telah menerapkan sistem monitoring berbasis digital. Manajemen menyediakan barcode khusus yang wajib dipindai (scan) oleh pasien rawat inap saat akan pulang (discharge planning). Melalui sistem umpan balik digital ini, pasien dapat memberikan penilaian, saran, masukan, maupun apresiasi terhadap performa asuhan keperawatan dan medis yang mereka terima selama masa perawatan.


Pelatihan yang didanai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini diikuti oleh 40 fungsional tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan bidan. RSUD Mimika menggandeng tim akademisi dan praktisi klinis dari Mitra Konsultasi dan Diklat Rumah Sakit Yogyakarta International Hospital (YIH) sebagai fasilitator utama yang telah terakreditasi resmi.


Selama tiga hari penuh, para peserta dibekali dengan pendalaman materi teoretis berbasis bukti (evidence-based medicine) dan simulasi klinis menggunakan manekin. Fokus utama pelatihan ini adalah menggeser paradigma lama (konvensional) menuju tata laksana perawatan luka modern yang mengutamakan prinsip menjaga kelembapan luka (moist wound healing).


Dalam keterangannya, dr. Faustina menggarisbawahi adanya perubahan regulasi medis terkait penggunaan cairan antiseptik konvensional.


"Kami mengedukasi kembali mengenai penggunaan Bahan Habis Pakai (BHP). Saat ini, penggunaan cairan seperti Rivanol (etanol/asetat) sudah tidak diperbolehkan lagi dalam standar perawatan luka modern karena dinilai menghambat pertumbuhan jaringan baru. Kita beralih ke material modern dressing yang lebih efektif mempercepat proses penyembuhan, seperti pada kasus ulkus diabetes melitus," paparnya.


Dr. Faustina juga mengungkapkan kegembiraannya melihat respons para nakes. "Para perawat dan bidan sangat senang sekali karena mereka mendapat tambahan ilmu yang sangat berharga dan aplikatif," tuturnya.


Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta. Selain meningkatkan kepercayaan diri dalam mengeksekusi tindakan klinis di rumah sakit, sertifikat kompetensi resmi yang diperoleh para peserta memiliki nilai ekonomis dan fungsional yang tinggi di luar jam dinas.


"Dampaknya sangat masif, baik bagi institusi maupun personal perawat atau bidan itu sendiri. Dengan sertifikat kompetensi ini, aspek legalitas mereka terpenuhi untuk membuka layanan home care mandiri atau mengimplementasikan keahlian mereka di klinik swasta. Ini adalah bentuk peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme," tambah dokter lulusan Magister Kesehatan Masyarakat tersebut.


Kegiatan berskala besar ini diinisiasi di bawah kendali Bidang Keperawatan RSUD Mimika. Kepala Bidang Keperawatan, Levina Wuryanti Tandiyono, menyatakan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas komitmen dan dukungan penuh dari Direktur RSUD.


"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Direktur yang telah mengesahkan dan memfasilitasi pengajuan kami. Selama ini, kami merindukan adanya akselerasi SDM yang masif, dan baru di bawah kepemimpinan beliau program berskala besar ini berhasil sukses terlaksana. Bahkan, beberapa peserta mengaku sangat terharu saat menyampaikan kesan-pesan," kata Levina.


Levina menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas ini krusial mengingat posisi strategis RSUD Mimika di masa depan. "Rumah sakit ini diproyeksikan berkembang menjadi rumah sakit rujukan utama regional yang akan melayani pasien-pasien eksternal dari beberapa kabupaten sekitar. Otomatis, masyarakat mengharapkan mutu pelayanan terbaik, dan penguatan kompetensi keperawatan ini adalah langkah awal yang nyata."


Terkait proses seleksi, Levina meluruskan bahwa 40 peserta yang hadir didelegasikan secara selektif dari total sekitar 400 tenaga keperawatan dan kebidanan yang dimiliki RSUD Mimika.


"Angkatan pertama ini memang dipilih secara ketat, namun bukan berarti staf yang lain diabaikan. Pelatihan ini akan dilakukan secara berkesinambungan dan bergantian. Target jangka panjang Bidang Keperawatan adalah memastikan seluruh (100%) perawat dan bidan di RSUD Mimika terakomodasi dalam berbagai program pelatihan kompetensi yang kami ajukan ke pimpinan," urai Kabid Keperawatan.


Menutup keterangan, manajemen RSUD Mimika menjamin bahwa ilmu modern yang didapatkan para peserta akan langsung didukung oleh ketersediaan logistik medis yang memadai di ruang perawatan, sehingga modifikasi asuhan keperawatan luka dapat diterapkan secara massal. (TR)

 

Postingan Terbaru