Distanbun Hadiri PENAS XVII Gorontalo, Modernisasi Pertanian Mimika Mengadopsi Teknologi dan Sistem Terpadu
Pada
24 Jun, 2026
GORONTALO – Sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanbun) mengirimkan delegasi petani dan nelayan untuk mengikuti ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII di Gorontalo.
Dalam kegiatan ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Mimika yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas, Abdul Haris Sudharmono, SP., M.Si., membawa sebanyak 58 orang peserta. Para peserta yang merupakan petani dan nelayan binaan dinas tersebut hadir dengan semangat tinggi untuk menyerap ilmu, inovasi, serta teknologi pertanian terkini.
Inovasi Teknologi Pertanian Presisi
Salah satu fokus utama delegasi Mimika selama mengikuti PENAS XVII adalah mempelajari penggunaan pertanian presisi. Bernard Dominggus Ansaka, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Distanbun Mimika, menekankan pentingnya adopsi teknologi modern untuk menjawab kendala di lapangan, khususnya terkait manajemen hama dan pemupukan.
"Kami belajar banyak mengenai penggunaan drone pertanian. Teknologi berbasis komputer ini memungkinkan proses pemupukan dan pengendalian hama dilakukan secara lebih efisien dari sisi biaya, tenaga, dan waktu, dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi," jelas Bernard.
Penerapan Konsep Pertanian Terpadu (Integrated Farming)
Selain mekanisasi, delegasi Mimika juga mendalami konsep pertanian terpadu. Konsep ini memungkinkan optimalisasi satu hamparan lahan untuk berbagai komoditas secara bersamaan, seperti integrasi antara tanaman padi, perikanan (mina padi), dan peternakan.
Sistem ini menciptakan siklus ekonomi mandiri di tingkat lahan, di mana limbah dari satu sektor dapat diolah menjadi input bagi sektor lainnya. Misalnya, tanaman jagung hasil pertanian dapat diolah menjadi pakan ternak, yang kemudian mendukung keberlanjutan sektor peternakan secara efisien.
Komitmen untuk Kesejahteraan Petani
Bernard Dominggus Ansaka menegaskan bahwa ilmu dan teknologi yang didapat di Gorontalo tidak akan berhenti sebagai teori. Sekembalinya ke Mimika, seluruh delegasi berkomitmen untuk mendiseminasikan inovasi tersebut kepada kelompok tani lainnya.
"Tujuan akhirnya adalah transformasi pertanian di Mimika menjadi lebih maju dan modern. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungannya, sehingga para petani kita bisa mendapatkan akses terhadap ilmu terbaik yang nantinya akan kami terapkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka," pungkas Bernard.
Partisipasi Mimika dalam PENAS XVII ini menjadi momentum krusial bagi modernisasi sektor agraris. Dengan sinergi antara teknologi modern dan metode pertanian terpadu, Kabupaten Mimika optimis dapat memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing petani lokal di pasar nasional.


















