Gali Potensi Lokal, Pemkab Mimika Sinergikan Koperasi Merah Putih di Mimika Barat


TIMIKA, papuamctv.com – Pemerintah terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman Papua. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digalakkan adalah melalui Sosialisasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih yang menyasar Distrik Mimika Barat (Kokonau), Kabupaten Mimika.

 

Kegiatan yang dihadiri dan di buka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H., berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 24 hingga 26 Juni 2026 di Kantor Distrik Mimika Barat ini, menjadi bukti nyata kolaborasi lintas lini pemerintahan dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi dari pinggiran.

 

Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar program biasa, melainkan agenda prioritas Presiden RI yang diadopsi secara linier di tingkat daerah. Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika bertindak sebagai motor penggerak di lapangan dengan menyisir distrik-distrik potensial, termasuk Mimika Barat.

 

Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Ermambo Rumarupen, S.Sos., yang hadir langsung sebagai narasumber utama, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan ekonomi global jangka panjang, termasuk pengendalian inflasi di daerah.

 

"Ini adalah program prioritas Bapak Presiden dari pusat. Tugas kami di daerah adalah menggali potensi yang ada di tanah air, terutama di wilayah Provinsi Papua Tengah," ujar Ermambo saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.


Dok. Sosialisasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih yang menyasar Distrik Mimika Barat (Kokonau), 24 -26 Juni 2026 di Kantor Distrik Mimika Barat. 

 

Lebih lanjut, Ermambo menjelaskan bahwa program ini berjalan sinkron dengan visi Penjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah. Ke depan, Pemprov Papua Tengah juga berencana meluncurkan Koperasi OAP (Orang Asli Papua) yang akan berjalan berdampingan dengan Koperasi Merah Putih.

 

"Kolaborasi ini ditujukan untuk menggali potensi-potensi ekonomi yang tersebar di delapan kabupaten di wilayah Provinsi Papua Tengah," tambahnya.

 

Selama ini, wilayah Papua Tengah—khususnya Kabupaten Mimika—dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Namun, ironisnya, potensi besar tersebut kerap kali belum mampu mendongkrak kesejahteraan lokal secara maksimal karena terkendala masalah kelembagaan.

 

Banyak pelaku usaha lokal yang memproduksi komoditas unggulan tetapi berjalan sendiri-sendiri tanpa payung hukum yang kuat. Di sinilah Koperasi Merah Putih hadir sebagai solusi konkret.

"Banyak hal yang diproduksi oleh masyarakat di delapan kabupaten, khususnya di Mimika, tetapi mereka tidak punya wadah atau lembaga berdasar hukum kuat yang bisa mengelola sumber daya alam tersebut secara optimal," kata Ermambo.

 

Untuk memutus rantai masalah tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Mimika menerapkan strategi pembangunan yang terukur melalui kegiatan sosialisasi manajemen ini, yang berfokus pada tiga tahapan utama:

  1. Pembentukan SDM: Membangun kapasitas dan kompetensi dasar para pengurus serta anggota koperasi.
  2. Pemahaman Regulasi & Fungsi: Memastikan seluruh anggota memahami betul hak, kewajiban, serta fungsi strategis koperasi.
  3. Pengelolaan Aset: Setelah SDM siap, masyarakat didorong untuk mengelola langsung aset dan komoditas alam yang ada di wilayah Mimika secara mandiri dan profesional.

 

Dampak domino dari kehadiran Koperasi Merah Putih ini diharapkan tidak hanya menyentuh sektor ekonomi mikro, tetapi juga makro-sosial. Kehadiran wadah ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja lokal, khususnya generasi muda yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan.

 

"Ketika masyarakat dan kalangan pemuda-pemudi ikut ambil bagian dalam Koperasi Merah Putih ini, kita bisa bersama-sama memerangi tingkat pengangguran sekaligus membantu meningkatkan taraf ekonomi keluarga di Kabupaten Mimika," tegas Ermambo menutup wawancara.

 

Melalui sosialisasi di Distrik Mimika Barat ini, pemerintah berharap masyarakat lokal dapat membuka diri, mendengar, dan menerima program ini dengan antusias demi kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di Tanah Papua. (Red)

 

Postingan Terbaru