HARMONI: Menyongsong Juli Dengan Hikmat, Khotbah Reflektif Pdt. Meyske Y. Soumokil di GKI Marthen Luther Sempan
TIMIKA, papuamctv.com —
Mengakhiri bulan Juni dan bersiap melangkah ke bulan Juli 2026, Jemaat GKI
Marthen Luther Sempan diajak untuk melakukan refleksi iman yang mendalam. Dalam
ibadah hari Minggu kemarin, Ketua Jemaat GKI Marthen Luther, Pdt. Meyske Y.
Soumokil, S.Si., menyampaikan siraman rohani yang krusial sebagai bekal
penguatan spiritual bagi seluruh jemaat dalam menghadapi dinamika hidup di
bulan yang baru.
Mengangkat tema "Nasehat
untuk Mencari Hikmat" yang berakar dari Kitab Amsal 4:1-27,
Pdt. Meyske menyoroti realitas sosial masa kini dan mengaitkannya secara tajam
dengan esensi kebenaran firman Tuhan.
Dalam poin pertama renungannya,
Pdt. Meyske mengajak jemaat untuk berkaca pada pengalaman hidup Raja Salomo. Ia
menegaskan bahwa kunci utama untuk menerima berkat Tuhan dimulai dari ketaatan
mendengarkan nasihat orang tua.
Lebih lanjut, beliau memberikan
catatan kritis terhadap fenomena generasi muda saat ini. Banyaknya kasus
kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur dinilai bukan karena absennya
peran orang tua dalam mendidik, melainkan akibat dari ketegaran hati anak-anak
itu sendiri.
"Bukan karena orang tua
tidak mengarahkan atau menasihati, tetapi karena pribadi anak itu sendiri yang
menutup telinga dan hatinya dari nasihat orang tua," ungkap Pdt. Meyske di
hadapan jemaat.
Memasuki poin kedua, Pdt. Meyske
mengingatkan betapa vitalnya menjalani kehidupan yang dituntun oleh hikmat
ilahi. Merujuk pada ayat 24, beliau menjabarkan bahwa hidup berhikmat secara
otomatis akan menjauhkan manusia dari kejahatan, kefasikan, dan kelaliman.
Pdt. Meyske secara gamblang
membedah berbagai persoalan sosial yang marak terjadi di sekitar kita—mulai
dari kasus penipuan akibat ketidakmampuan mengendalikan ucapan, maraknya aksi
pembegalan dan pencurian, konflik rumah tangga, kekerasan seksual, hingga
tingginya angka kecelakaan akibat konsumsi minuman keras.
Menurutnya, akar dari rentetan
krisis moral ini adalah hilangnya kerinduan umat Kristen untuk mencari hikmat
Tuhan. Banyak orang percaya yang akhirnya kalah dan terseret oleh arus godaan
duniawi, sehingga menjauh dari hadirat-Nya.
Menutup khotbahnya, Pdt. Meyske
menyampaikan seruan pastoral yang kuat sebagai bekal memasuki awal bulan Juli
2026. Jemaat diajak untuk berkomitmen kembali pada jalan dan kehendak Tuhan
melalui tiga langkah nyata: hidup dalam hikmat, hidup pakai hikmat, dan
hidup meminta hikmat.
Melalui kesadaran spiritual yang
baru ini, diharapkan ada perubahan nyata di tengah masyarakat. Orang tua
diharapkan dapat lebih memperketat kontrol terhadap anak-anak, sementara setiap
individu mampu mengendalikan diri dengan baik.
Dengan demikian, angka
kriminalitas di lingkungan sekitar diharapkan dapat ditekan secara signifikan,
dan seluruh jemaat dapat melangkah ke bulan yang baru di dalam naungan damai
sejahtera Kristus. Amin.

















