Menggugah Kemandirian Ekonomi Papua: Kisah Betuel Wanggai Ubah Hobi Menjadi Sektor Komoditas Unggulan di Mimika



GORONTALO, papuamctv.com — Narasi tentang kesejahteraan di Tanah Papua sering kali dilekatkan pada industri pertambangan raksasa atau impian menjadi aparatur sipil negara. Namun, di tengah ketergantungan itu, sebuah langkah berani diambil oleh Betuel Wanggai, seorang peternak orang asli Papua (OAP) asal Kabupaten Mimika. Melalui sektor peternakan ayam broiler (pedaging), Betuel membuktikan bahwa kemandirian ekonomi modern bisa lahir dari tanah sendiri.

 

Kisah sukses Betuel kini menggema di ajang nasional. Ia terpilih mewakili Provinsi Papua Tengah dalam perhelatan akbar Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan ke-17 yang digelar di Kabupaten Gorontalo. Kehadirannya bukan sekadar sebagai peserta, melainkan simbol kebangkitan pengusaha lokal Papua di panggung agrobisnis nasional.

 

Perjalanan Betuel di dunia peternakan terhitung progresif. Memulai usahanya pada tahun 2024, ia tidak menunggu bantuan datang cuma-cuma. Berbekal hobi dan tekad kuat, Betuel nekat menggelontorkan modal pribadi yang cukup besar di awal usahanya.

 

"Awalnya saya menggunakan modal usaha pribadi sebesar Rp150 juta. Dari situ saya membangun kandang pertama," ungkap Betuel saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Penas Gorontalo.

 

Melihat potensi dan konsistensi yang ditunjukkan Betuel melalui Kelompok BonaiMura di bawah payung Koperasi Konsumen Bina Usaha Kabupaten Mimika, Dinas Peternakan Kabupaten Mimika pun turun tangan memberikan pembinaan dan fasilitas intervensi stimulan. Hasilnya? Akselerasi bisnis Betuel berkembang pesat:

  • Skala Usaha: Berkembang dari 1 kandang kini menjadi 4 kandang besar.
  • Produktivitas Tinggi: Berhasil melewati 5 siklus panen dengan hasil luar biasa.
  • Puncak Produksi: Pada Maret lalu, kelompoknya berhasil memanen 7 ton ayam pedaging.
  • Serapan Pasar: Hasil panen terserap habis untuk kebutuhan konsumsi masyarakat lokal Mimika serta mitra-mitra korporasi strategis.

 

Secara personal, bisnis ini telah mengubah taraf hidupnya. Pendapatan dari hasil ternak kini mampu ia putar kembali untuk membangun satu kandang baru, sekaligus meningkatkan mobilitas operasionalnya dengan kepemilikan kendaraan pribadi.

 

Kehadiran Betuel di Penas ke-17 Gorontalo menjadi momentum krusial untuk menyerap teknologi peternakan modern. Ia menegaskan kesiapannya untuk membawa pulang inovasi dan menerapkannya di Mimika, namun dengan satu catatan penting: kontekstualisasi lokal.

"Kami siap melakukan inovasi baru ke depan di tingkat teknologi dan modernisasi. Namun, tentu kami tidak lupa untuk menyesuaikan teknologi tersebut dengan kebudayaan serta karakteristik alam di Papua," ujarnya optimis.

 

Keberhasilan Betuel mengelola peternakan ayam pedaging ini membawa pesan ideologis yang kuat bagi generasi muda Papua. Di akhir wawancara, ia memberikan pernyataan penutup (closing statement) yang mendalam sekaligus menjadi refleksi bersama bagi masyarakat Papua.

 

Pesan Betuel Wanggai untuk Tanah Papua: "Mari kita, orang Papua, jangan hanya berharap untuk bekerja sebagai karyawan di PT Freeport atau menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mari kita berani mengambil peluang di dunia usaha. Sektor usaha seperti ini terbukti mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan nyata bagi orang Papua di mana pun kita berada."

 

Dukungan penuh dari Pemkab Mimika, khususnya Dinas Peternakan, menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara regulasi pemerintah dan semangat kewirausahaan lokal mampu melahirkan motor ekonomi baru. Langkah Betuel Wanggai diharapkan mampu memicu efek domino, melahirkan "Betuel-Betuel baru" yang siap menguasai pasar pangan di tanah Papua.

 

Postingan Terbaru