Mengubah Potensi Lokal Menjadi Solusi: Puskesmas Kwamki Lama Berdayakan Kader Atasi Stunting



KWAMKI NARAMA, (13/6/2026) – Dalam upaya strategis menekan angka stunting dan memperbaiki gizi masyarakat, Puskesmas Kwamki Lama mengambil langkah inovatif dengan menyelenggarakan pelatihan intensif pengolahan pangan lokal bagi 20 kader Posyandu. Program ini difokuskan untuk mengubah komoditas hasil bumi yang melimpah di lingkungan sekitar menjadi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tidak hanya bergizi tinggi, tetapi juga kreatif dan menarik bagi anak-anak serta ibu hamil.

Transformasi Menu Berbasis Pangan Lokal

Kegiatan yang melibatkan kader dari 10 Posyandu di wilayah Distrik Kwamki Narama ini bertujuan mendobrak kebiasaan lama dalam pengolahan pangan. Selama ini, masyarakat cenderung mengolah bahan pangan hanya dengan cara direbus. Melalui pelatihan ini, kader diajak untuk mengkreasikan bahan pangan lokal menjadi menu yang lebih variatif, padat gizi, dan disukai anak-anak.

Beberapa inovasi menu yang diperkenalkan meliputi:

· Nasi Goreng Pisang: Menu favorit yang memanfaatkan pisang sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti nasi.

· Bola-bola Ubi Super: Campuran ubi jalar yang diperkaya protein telur serta sayuran seperti daun kelor, wortel, dan buncis.

· Olahan Kreatif Singkong & Keladi: Peningkatan nilai gizi pada kudapan tradisional dengan isian bahan alami yang lebih sehat.
Kader sebagai Ujung Tombak Intervensi Gizi

Program yang didanai melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) DAK Pusat ini menyasar kelompok rentan secara spesifik, yakni balita dengan masalah gizi buruk atau kurang, serta ibu hamil dengan kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang memiliki ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) di bawah 23,5 cm.


Veronica Dogopia, staf gizi Puskesmas Kwamki Lama yang telah mengabdi selama 20 tahun, menekankan bahwa peran kader sangat krusial sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan.

"Kader adalah garda terdepan. Karena latar belakang pendidikan yang beragam, kami berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pelatihan penyegaran secara berkala agar pengetahuan tentang pengolahan pangan ini dapat diwariskan secara efektif kepada seluruh ibu di kampung," ujar Veronica.

Langkah Keberlanjutan

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, para kader diwajibkan untuk mempraktikkan menu-menu inovatif tersebut di Posyandu masing-masing. Mereka juga didorong untuk aktif mensosialisasikan teknik pengolahan ini melalui berbagai pertemuan warga maupun kegiatan ibadah.

Ke depannya, Puskesmas Kwamki Lama akan terus memantau perkembangan status gizi balita dan ibu hamil secara rutin. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju kemandirian gizi masyarakat di Distrik Kwamki Narama, sehingga masalah gizi buruk dapat ditekan secara signifikan melalui pemanfaatan kekayaan alam yang ada di depan mata.

Tentang Program PMT Berbasis Pangan Lokal:

· Cakupan: 10 Posyandu (9 Kampung dan 1 Kelurahan).

· Target Utama: Balita bermasalah gizi dan Ibu Hamil KEK.

· Harapan: Terciptanya kemandirian masyarakat dalam menyediakan asupan gizi yang kreatif, murah, dan bernutrisi tinggi.

Postingan Terbaru